Delapan Dosen Unisma Raih Penghargaan LPTNU Award 2026

Delapan dosen Unisma meraih penghargaan dari Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) di ajang LPTNU Award 2026. Foto: Tugusatu/Maghfirotul Hasanah
Delapan dosen Unisma meraih penghargaan dari Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) di ajang LPTNU Award 2026. Foto: Tugusatu/Maghfirotul Hasanah

Tugusatu.com- Universitas Islam Malang (Unisma), Jawa Timur, meraih prestasi mengesankan setelah delapan dosen menerima penghargaan dari Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) di ajang LPTNU Award 2026, Selasa (10/3/2026) malam.

“Pada kategori ilmuwan di lingkungan LPTNU, dosen kita ada delapan orang yang mendapatkan penghargaan. Bahkan di beberapa bidang kita menempati posisi pertama,” tegas Rektor Unisma, Prof. Drs. H. Junaidi, Rabu (11/3/2026).

Rektor Junaidi memberikan apresiasi kepada para dosen terbaik Unisma yang telah memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Saya berharap capaian ini bisa menjadi motivasi para civitas academica untuk terus meningkatkan kualitas riset,” katanya.

Para dosen Unisma peraih sertifikat penghargaan dengan karya ilmiah berpengaruh peringkat pertama di antaranya Prof. Dr. Ir. H. Agus Sugianto, S.T., M.P Bidang Agroteknologi, Dr. Hayat, S.AP., M.SI Bidang Ilmu Sosial, dan Prof. Dr. Nour Athiroh Abdoes Sjakoer,S.Si.,M.Kes Bidang Ilmu Alam dan Kehidupan.

Sedangkan dosen peraih penghargaan peringkat kedua dan ketiga, yaitu Prof. Novi Arfarita, SP.,MP.,M.Sc,Ph.D Bidang Agroteknologi, Dr. Ir. Hj. Eko Noerhayati,M.T Bidang Teknik, Dr. Sri Wahyuni,S.Pd.,M.Pd Bidang Pendidikan, Dr. Yudi Purnomo,S. Si.,Apt.,M.Kes Bidang Kedokteran dan Kesehatan, serta Dr. Shofiatul Jannah,M.Hi meraih kategori cendekiawan ilmu agama dengan capaian karya ilmiah berpengaruh di bidang fiqih.

Dosen peraih penghargaan peringkat pertama Bidang Agroteknologi, Prof. Dr. Ir. H. Agus Sugianto, S.T., M.P mengatakan meneliti jamur edible dengan berbagai metode budi daya media padat maupun cair sejak tahun 2000.

Adapun cendekiawan Unisma peringkat pertama Bidang Ilmu Alam dan Kehidupan, Prof. Dr. Nour Athiroh Abdoes Sjakoer,S.Si.,M.Kes mengembangkan tanaman herbal, yaitu benalu teh dan benalu mangga. Penelitian itu memiliki manfaat luas bagi masyarakat. Saat ini, produk herbal menggandeng mitra industri dengan merek dagang Norati.

“Riset ini sudah saya lakukan sejak awal menjadi dosen. Dari situ kami juga melibatkan mahasiswa dalam penelitian dan mengembangkan produk bersama mitra industri,” tutur Prof Nour Athiroh Abdoes Sjakoer.

Sementara itu, dosen peraih peringkat pertama Bidang Ilmu Sosial, Dr. Hayat, S.AP., M.SI mengembangkan penelitian tentang pelayanan publik.

“Penelitian saya memang difokuskan pada pelayanan publik dan bagaimana membantu masyarakat. Karya itu saya tuangkan dalam buku, artikel, hingga media sosial agar lebih mudah dijangkau masyarakat,” ujar Hayat.

Hayat memanfaatkan media sosial menjadi alternatif untuk menyebarluaskan gagasan akademik yang manfaatnya dirasakan langsung oleh warga kampus dan masyarakat.

ISSN 3063-2145
Penulis: Maghfirotul HasanahEditor: Ahmad Yakub