Komisi B DPRD Kota Malang Apresiasi Program Pendampingan UMKM 2026

Ketua Komisi B DPRD Kota Malang Bayu Rekso Aji. Foto: Tugusatu/Bagus Suryo
Ketua Komisi B DPRD Kota Malang Bayu Rekso Aji. Foto: Tugusatu/Bagus Suryo

Tugusatu.com- Ketua Komisi B DPRD Kota Malang Bayu Rekso Aji mengapresiasi bergulirnya program pendampingan UMKM 2026. Peluncuran diikuti 150 pelaku usaha terpilih di Malang Creative Center (MCC), Rabu (4/3/2026).

“Program ini sangat bagus secara berkelanjutan,” tegas Bayu Rekso Aji.

Bayu menjelaskan program pendampingan ini diinisiasi Komisi B sudah bergulir sejak tahun 2021 guna meningkatkan kapasitas pelaku UMKM. Sasaran program lebih menyeluruh dan lengkap dari sebelumnya sporadis di kelurahan maupun kecamatan.

Pada penerapan program fasilitator pendamping UMKM tahun sebelumnya, evaluasi capaian kinerja membuat UMKM naik kelas dari sisi kelengkapan legalitas maupun produk lebih berkualitas. Di akhir program selama satu tahun, kebanyakan omzet UMKM meningkat signifikan.

“Karena itu, program ini harus dilanjutkan,” katanya.

Bayu menegaskan program pendampingan UMKM memiliki kurikulum yang lengkap, di dalamnya ada materi mindset bisnis, manajemen bisnis, pengelolaan keuangan, dan kualitas produk sampai perluasan pemasaran. Penerapan pelatihan secara tepat membuat UMKM tumbuh dan berkembang. Imbasnya menyerap tenaga kerja sekaligus berkontribusi menumbuhkan perekonomian.

Sejauh ini, kinerja UMKM berkontribusi besar sehingga perekonomian Kota Malang tumbuh 5,92% pada tahun 2025. Selanjutnya, Bayu mendorong Pemkot Malang melakukan penguatan melalui dukungan anggaran.

“Perlu penguatan UMKM khususnya dalam penganggaran. Wujud keberpihakan Pemkot bisa dilihat pada anggaran,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, Bayu menekankan pentingnya membuat terobosan seperti sejumlah daerah yang berhasil melakukan percepatan dalam memajukan UMKM. Di Pemerintah Kota Surabaya, para aparatur sipil negara diwajibkan menggunakan dan membeli produk UMKM melalui aplikasi e-Peken Surabaya. Di Sidoarjo, ada Kredit Usaha Rakyat Daerah (KURDA) yang membantu permodalan UMKM melalui skema subsidi.

Bayu menuturkan bila Kota Malang juga menerapkan hal serupa akan sangat bagus guna mendorong percepatan usaha mikro naik kelas.

Kini, kinerja pengembangan UMKM di Kota Malang terus membaik. Diskopindag selain menerapkan program pendampingan UMKM juga rutin menggelar pelatihan. Dalam setahun ini, berbagai fasilitasi perizinan, sertifikasi halal, pelatihan kemasan dan kualitas produk maupun pemasaran terus diperkuat. Termasuk ada kelas bisnis melatih administrasi dan manajemen keuangan sejalan dengan teknik marketing.

Data di Diskopindag Kota Malang pada Januari 2026, jumlah UMKM tumbuh sebanyak 49.420 pelaku usaha dari sebelumnya 41.200 pelaku usaha. Terbanyak sektor kuliner menyusul fesyen, kriya, jasa, dan usaha lain. (*)

ISSN 3063-2145
Penulis: Bagus Suryo