Tugusatu.com- Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Jawa Timur, bakal menutup areal lintasan lari Stadion Gajayana dengan terpal atau material yang aman selama gelaran Mujahadah Kubro Harlah 1 Abad Nadhlatul Ulama (NU) pada 7-8 Februari 2026.
“Ada objek vital berupa lintasan lari, sudah dikomunikasikan dengan panitia penyelenggara. Nanti ditutup terpal keliling,” tegas Kepala Disporapar Kota Malang Baihaqi, Kamis (5/2/2026).
Ia menjelaskan penutupan itu guna meminimalkan potensi kerusakan karena tak mungkin disterilkan. Pasalnya, jemaah yang akan menghadiri Harlah sekitar 100 ribu orang. Adapun yang berada di dalam stadion sebanyak 30 ribu orang sesuai kapasitas maksimal.
“Kami sampaikan, areal dalam stadion memiliki kemampuan maksimal batas aman 30 ribu, masing-masing 15 ribu di tribun dan lapangan,” katanya.
Karena itu, Disporapar membuat pengaturan. Jemaah perempuan berada di lapangan menempati areal rumput dan lintasan lari. Sedangkan jemaah pria menempati tribun. Dalam kondisi ini, lintasan lari yang berbahan material sintetis berstandar atletik pasti menjadi tempat berkumpul jemaah.
“Kami cek tiap hari, pengaman menggunakan material yang ringan,” tuturnya.
Ia mengungkapkan kawasan steril hanya pada lapangan tenis berada di luar stadion. Areal itu untuk parkir kendaraan tamu VIP (Very Important Person) dan VVIP (Very Very Important Person).
“Di lapangan tenis nanti juga diantisipasi, kami harapkan ditutup. Bita tidak, jemaah digeser ke tempat lain. Sebab lapangan tenis Itu areal steril,” ucapnya.






