Tugusatu.com- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Jawa Timur, menyiapkan anggaran perawatan Alun-Alun Merdeka setelah peresmian ruang publik tersebut.
“Kalau untuk anggaran karena ini masih ada satu perbaikan lagi, yang kedua untuk operasionalnya, kami masih mencoba menghitung. Tetapi kalau perkiraan mungkin di angka sekitar Rp300 juta sampai Rp400 juta setahun,” tegas Pelaksana Harian (PLH) Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Matondang, kemarin.

Ia menjelaskan perawatan sejalan dengan penyiapan personel kebersihan dan keamanan sekitar 20 orang. Untuk itu, DLH akan melakukan monitoring secara berkelanjutan.
“Kami nanti akan mencoba menyampaikan ke pimpinan supaya ada anggaran tambahan untuk perawatan, untuk keamanan, dan masih beberapa hal yang memang masih perlu dilengkapi,” katanya.
Adapun penyiapan anggaran perawatan ini, lanjutnya, diupayakan melibatkan Bank Jatim. DLH berharap ada kerja sama berkelanjutan lantaran berkaitan dengan branding dan kenyamanan pengunjung.
Ia mengatakan perlu papan informasi jam kunjungan, tata tertib dan etika berkunjung, serta imbauan menjaga kebersihan. Termasuk pengumuman larangan bagi pedagang kaki lima berjualan di alun-alun. Terkait jam kunjungan, sementara ini belum ada pengaturan jadwal buka dan tutup.
Namun, penjaga akan mengatur tata tertib, kebersihan, keamanan, dan jadwal di arena bermain anak maupun air mancur menyesuaikan kegiatan di Masjid Jami’.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat meresmikan Alun-Alun Merdeka Malang pada Rabu (28/1/2026) usai revitalisasi bekerja sama dengan Bank Jatim.
Setelah peresmian, Pemkot Malang bakal menata parkir dan PKL. Sebab, ruang publik yang menjadi lahan resapan air ini sebagai destinasi wisata satu kawasan dengan Kayutangan Heritage, Splendid, Balai Kota, Stasiun Kota Baru, dan pendapa Kabupaten Malang.






