Dikbud Malang Buka Sekolahan 24 Jam Layani Jemaah Harlah NU

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Suwarjana. Foto: Tugusatu/Bagus Suryo
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Suwarjana. Foto: Tugusatu/Bagus Suryo

Tugusatu.com- Pemerintah Kota Malang, Jawa Timur, membuka sekolahan di sekitar Stadion Gajayana selama 24 jam untuk tempat transit dan informasi jemaah Mujahadah Kubro Harlah 1 Abad Nadhlatul Ulama (NU) pada 7-8 Februari 2026.

“Sekolah radius tidak jauh dengan venue Harlah kita buka 24 jam,” tegas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang Suwarjana, Kamis (5/2/2026).

Ia menjelaskan sekolahan dibuka guna menyediakan fasilitas tempat transit dan toilet untuk kenyamanan para jemaah. Bahkan, kantin sekolah dibuka guna melayani konsumsi. Para jemaah bisa membeli makanan dan minuman dengan harga terjangkau.

Adapun kapasitas tempat istirahat bisa menampung ribuan orang lengkap dengan petugas yang memberikan informasi.

“Kapasitas bisa 2 ribu orang per titik,” katanya.

Selama gelaran Harlah 1 Abad NU, proses belajar mengajar libur. Hanya saja, guru dan karyawan tetap masuk. Mereka akan membantu memberikan arahan dan petunjuk pada jemaah termasuk melayani saat transit.

Namun, Dikbud Kota Malang tak sendiri, melainkan berkoordinasi dengan Pemkab Malang dan Pemkot Batu dalam hal penyediaan fasilitas transit.

“Yang sudah koordinasi SMPN 1 Kota Batu dan SMPN 6 Kabupaten Malang bersedia memberikan tempat transit sekaligus di pendapa Malang,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Disporapar Kota Malang Baihaqi menyatakan ketersediaan akomodasi telah siap menerima kedatangan jemaah Harlah.

“Laporan dari PHRI, hotel maupun penginapan nyaris dalam kondisi overload. Kebanyakan kamar sudah dipesan para jemaah untuk 7-8 Februari 2026,” ujar Baihaqi.

ISSN 3063-2145
Penulis: Maghfirotul HasanahEditor: Bagus Suryo