Pembelajaran Kreatif Bahasa Arab,  PBA UMM Gelar Festival Skala Nasional

Al Arabiyah Festival Expo (ALEPO) 2026, 30–31 Januari 2026. Istimewa
Al Arabiyah Festival Expo (ALEPO) 2026, 30–31 Januari 2026. Istimewa

Tugusatu.com, MALANG—Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menegaskan perannya sebagai motor penggerak pengembangan bahasa Arab di Indonesia melalui Al Arabiyah Festival Expo (ALEPO) 2026, ajang kejuaraan nasional yang digelar pada 30–31 Januari 2026.

Ketua Pelaksana ALEPO 2026, Rizki Saputra, mengatakan kegiatan ini menghadirkan lima cabang lomba bahasa Arab yang kompetitif, yakni Kitabah, Ghina Arabi, Qiraatul Kutub, dan Olimpiade Bahasa Arab untuk siswa SMA/MA sederajat, serta debat bahasa Arab untuk kategori mahasiswa, sekaligus menegaskan inovasi pembelajaran bahasa Arab berbasis digital.

Menurutnya, nama “ALEPO” memiliki filosofi tersendiri. Nama tersebut diambil dari salah satu kota di Suriah yang dikenal sebagai pionir pengembangan peradaban dan teknologi dunia. Filosofi ini kemudian diterjemahkan ke dalam konsep kegiatan yang menggabungkan kekuatan tradisi bahasa Arab dengan pendekatan pembelajaran modern.

“Kami ingin membawa branding bahasa Arab yang tidak kaku, tetapi progresif dan dekat dengan dunia digital. Filosofi ALEPO itu kami bawa ke konsep kegiatan, mulai dari jenis lomba, sistem penilaian, hingga pemanfaatan teknologi dalam pelaksanaannya,” jelas Rizki.

Dia menambahkan, ALEPO 2026 dirancang bukan hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai ruang edukasi dan eksplorasi bagi generasi muda untuk melihat bahasa Arab dari perspektif yang lebih luas.

Menurutnya, bahasa Arab tidak lagi cukup dipahami sebatas bahasa kitab atau kelas formal, melainkan juga sebagai bahasa ilmu pengetahuan, budaya, dan komunikasi global.

“Melalui ALEPO, kami ingin menumbuhkan kepercayaan diri peserta bahwa bahasa Arab itu relevan, hidup, dan bisa menjadi bekal masa depan. Apalagi di era digital, peluang pengembangan bahasa Arab justru semakin terbuka,” ujarnya.

Rizki juga menekankan bahwa keterlibatan mahasiswa sebagai penggerak utama kegiatan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa PBA UMM mampu merespons tantangan zaman secara kreatif.

Dia berharap ALEPO dapat terus berkembang dan menjadi agenda nasional yang konsisten dalam mendorong inovasi pembelajaran bahasa Arab di Indonesia.

“Kami berharap ALEPO tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi tumbuh menjadi ekosistem yang menghubungkan pelajar, mahasiswa, dan praktisi bahasa Arab di seluruh Indonesia,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Program Studi PBA UMM, Mochammad Firdaus,  memberikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi mahasiswa dalam menyelenggarakan agenda berskala nasional tersebut.

Menurutnya, ALEPO tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang aktualisasi dan apresiasi bagi pelajar tingkat menengah untuk menumbuhkan minat terhadap bahasa Arab.

“Kegiatan ini sangat positif dan strategis. ALEPO mampu menghadirkan wajah pembelajaran bahasa Arab yang kreatif, adaptif, dan relevan dengan perkembangan zaman,” ujar Firdaus.

Dia menambahkan, pengangkatan tema digitalisasi pada ALEPO 2026 dinilai tepat sebagai respons atas pergeseran ekosistem pembelajaran bahasa Arab ke ranah digital. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memiliki visi jangka panjang.

“Mahasiswa mampu membaca tantangan zaman. Digitalisasi ini menjadi bukti bahwa pembelajaran bahasa Arab juga bisa mengikuti perkembangan teknologi,” imbuhnya.

Melalui ALEPO 2026, Program Studi PBA UMM semakin mengukuhkan diri sebagai program studi yang progresif dan peduli terhadap pengembangan potensi generasi muda. Kegiatan ini diharapkan terus menjadi inspirasi bagi pengembangan pendidikan bahasa Arab di Indonesia.

ISSN 3063-2145
Penulis: Bagus Suryo Editor: Tim Redaksi