Tugusatu.com- Dinas Perhubungan Kota Malang, Jawa Timur, menyiapkan rekayasa lalu lintas maupun angkutan jalan melibatkan Polda Jatim dan Polresta Malang Kota dalam rangka Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama di Stadion Gajayana Malang pada 7-8 Februari 2026.
“Pada prinsipnya sudah kita siapkan drop zone dan parkir. Rekayasa lalu lintas sudah dibuat meliputi beberapa skema,” tegas Kepala Dishub Kota Malang R. Widjaja Saleh Putra, kemarin.

Ia menjelaskan pengaturan telah dilakukan meliputi beberapa zona sesuai kabupaten/kota. Setidaknya ada 31 lokasi parkir lengkap dengan kapasitas bus maupun mobil.
Parkir di Lapangan Rampal seluas 6.500 meter persegi mampu menampung 75 bus. Parkir lainnya memanfaatkan fasilitas TNI-AD, perkantoran, dan pinggir jalan. Adapun parkir di Jalan Wilis memiliki daya tampung 25 bus, demikian juga parkir lainnya tersebar di sejumlah lokasi telah disiapkan beserta petugas yang mengatur.
Ia memperkirakan sekitar seribu unit bus masuk Kota Malang. Guna mengantisipasi kepadatan lalin, petugas telah mengatur jadwal masuk kota sesuai daerah dengan pengawalan polisi dan Banser.
Sedangkan peserta Harlah yang sampai drop zone, lanjutnya, jalan kaki ke Stadion Gajayana. Sebab, Jalan Semeru dan Jalan Ijen akan disterilkan karena dimungkinkan untuk berkumpulnya jemaah mengingat kapasitas stadion hanya 35 ribu orang.
“Kota malang akan menerima tamu dari berbagai daerah sekitar 100 ribu orang. Kita siap kendati dengan risiko kepadatan lalu lintas,” katanya.
Ia berharap pada 7-8 Februari 2026, masyarakat yang akan berwisata dan melakukan perjalanan bila tidak terlalu mendesak, bisa menunda lebih dulu mengingat akan terjadi kepadatan lalin di Kota Malang.






