Tugusatu.com- Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menggelontorkan bahan pokok untuk masyarakat dalam program gerakan pangan murah (GPM) secara nasional di Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sukun, Sabtu (30/8).
“Sesuai dengan perintah presiden dalam rangka HUT Kemerdekaan RI kita serentak gerakan pangan murah seluruh Indonesia di kecamatan,” tegas Wali Kota Wahyu.
GPM ini menjual bahan pokok di antaranya beras, minyak goreng, telur, dan gula pasir yang diperlukan masyarakat. Tujuannya agar masyarakat bisa memenuhi kebutuhan dengan harga terjangkau.
“Ada Poktan (kelompok tani) menjual cabai rawit, cabai merah, dan tomat,” katanya.
Hadir dalam gerakan pangan murah ini di antaranya Danrem 083/Baladhika Jaya Malang Kolonel Inf Kohir dan Dandim 0833/Kota Malang, Letkol Inf Moh. Alharidz Unus. Termasuk Pemimpin Cabang Bulog Malang M. Nurjuliansyah Rachman.
Selama GPM, masyarakat begitu antusias membeli kebutuhan pokok. Beras SPHP tersedia 40 ton dijual Rp57.500 per kemasan 5 kg. Harga beras itu lebih murah ketimbang belanja beras serupa di pasar rakyat Rp60.000 per 5 kg.
GPM juga menjual beras merek lainnya sebanyak 5,2 ton, minyak goreng 2.274 liter, gula 796 kg, telur 250 kg, tepung 320 kg, garam 150 kg, mi instan 240 kg, dan kecap 26 liter.
Sejauh ini, total realisasi penyaluran beras SPHP per 26 Agustus 2025 mencapai 301.635 kg. Beras sebanyak itu terdistribusi ke pengecer di dalam pasar mencapai 90.600 kg dan pengecer di luar pasar 34.050 kg. Adapun distribusi SPHP oleh Pos Malang 3.985 kg, TNI 72.000 kg, Polresta Malang Kota 84.500 kg, dan melalui GPM 16.500 kg.
“Gerakan pangan murah mandiri akan dilaksanakan 15 kali selama September 2025,” ujar Wahyu
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, Slamet Husnan Hariyadi menyatakan stok pangan di Kota Malang dalam kondisi aman.
“Gerakan pangan murah ini sudah dimulai sejak 25 Agustus 2025,” tuturnya
Sedangkan stok beras dan berbagai kebutuhan pokok lainnya di pasar rakyat juga tersedia melimpah. Hal itu diungkapkan Kepala Diskopindag Kota Malang Eko Sri Yuliadi.
“Kondisi stok beras tercukupi berkoordinasi dengan Bulog. Ketersediaan beras medium tidak ada masalah,” ucap Eko.