Tugusatu.com- Menyongsong peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan (UP) Brantas menggelar sosialisasi literasi keuangan bertajuk “Bijak Digital, Cerdas Finansial” di SMK Brantas Karangkates, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa (21/7).
Kegiatan diikuti 150 siswa kelas XI dan XII dari seluruh jurusan ini mengajak generasi muda mengenali dan menjauhi jerat pinjaman online (pinjol) ilegal serta judi online (judol) yang kian marak menyasar kalangan remaja.
Kegiatan ini merupakan bagian dari TJSL bidang pendidikan UP Brantas di bawah payung PLN Peduli by PLN Nusantara Power, melalui program Si Bagoes (Sustainable Improvement Brantas Goes to School) yang diimplementasikan di SMK Brantas Karangkates.
Sosialisasi kali ini dilaksanakan lewat sub-program Si Bagoes Berbagi, yang berfokus pada berbagi ilmu kepada siswa. Pada edisi ini, UP Brantas menggandeng PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Malang Sumberpucung sebagai mitra penyampai materi.

Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Pemerintah Desa Karangkates, Arief Syaifullah; Manager Business Support UP Brantas, Arief Rachman Perdana beserta jajaran, serta Kepala SMK Brantas Karangkates Mintaasih Utami, S.Pd., M.M.
Bertindak sebagai pemateri, Kepala BSI Cabang Malang Sumberpucung, Dhimas Andrean Soebroto. Ia memaparkan perbedaan mendasar antara layanan pinjaman daring yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan yang ilegal, ciri-ciri penyelenggara tidak resmi seperti bunga tidak wajar serta permintaan akses berlebihan terhadap data pribadi, hingga pola bagaimana kebutuhan mendesak dan gaya hidup konsumtif dapat berkembang menjadi lilitan utang yang sulit diputus.
Sisi psikologis dari persoalan pinjol dan judol juga menjadi bagian dari materi yang disampaikan. Tekanan penagihan, beban bunga yang menumpuk, serta rasa malu di lingkungan sosial disebut dapat memicu stres berat, gangguan tidur, penurunan harga diri, hingga isolasi sosial pada korban.
Peserta dibekali langkah perlindungan diri, yakni memverifikasi legalitas penyelenggara melalui kanal resmi OJK, tidak tergiur tawaran pinjaman tanpa syarat, menghapus aplikasi mencurigakan, serta melaporkan praktik ilegal kepada pihak berwenang. Sebagai alternatif, siswa diarahkan pada kebiasaan menabung, penyiapan dana darurat, dan pemanfaatan lembaga keuangan resmi.
Diskusi interaktif berlangsung setelah pemaparan menunjukkan antusiasme peserta, dengan sejumlah siswa mengajukan pertanyaan seputar cara memeriksa legalitas aplikasi pinjaman dan langkah yang harus diambil bila menemukan tawaran mencurigakan.
Manager Business Support UP Brantas, Arief Rachman Perdana, menyampaikan bahwa membekali generasi muda dengan literasi keuangan merupakan salah satu cara konkret mengisi kemerdekaan hari ini.
“Tantangan generasi muda hari ini berbeda dengan 81 tahun lalu. Kini ancamannya datang dari layar telepon genggam, berupa tawaran pinjaman instan dan judi online yang menjanjikan jalan pintas. Melalui kegiatan ini kami ingin adik-adik siswa punya bekal untuk mengenali mana yang aman dan mana yang justru menjerat,” ungkapnya.
Sambutan positif datang dari pihak sekolah. Kepala SMK Brantas Karangkates, Mintaasih Utami, menilai materi literasi keuangan melengkapi pembekalan yang selama ini difokuskan pada keterampilan teknis dan kesiapan kerja. Menurutnya, kemampuan mengelola penghasilan sekaligus mengenali risiko keuangan digital sama pentingnya dengan kompetensi vokasi yang diajarkan di kelas, terlebih bagi siswa yang sebentar lagi menerima gaji pertama mereka.
“Anak-anak kami dibekali keterampilan agar siap bekerja, tetapi tanpa pemahaman keuangan yang baik, penghasilan yang mereka peroleh bisa habis atau justru berujung pada utang. Kami berterima kasih kepada UP Brantas dan BSI, dan berharap program seperti ini terus berlanjut,” ujarnya.
Kolaborasi UP Brantas dan SMK Brantas Karangkates sendiri telah berjalan sejak penandatanganan Kesepakatan Bersama Program Si Bagoes pada Juni 2024, dengan ruang lingkup meliputi berbagi ilmu dan pengalaman kerja, peningkatan kompetensi guru dan siswa, serta dukungan sarana prasarana pendidikan. Sosialisasi literasi keuangan ini menjadi salah satu bentuk implementasinya.
Senior Manager UP Brantas, Eko Wijanarto, menegaskan bahwa program pendidikan menjadi salah satu prioritas TJSL unit karena dampaknya berjangka panjang.
“Si Bagoes kami rancang bukan sebagai kegiatan sesaat, melainkan pendampingan berkelanjutan bagi SMK Brantas Karangkates. Literasi keuangan hari ini adalah bagian dari upaya itu, agar lulusan yang siap kerja juga siap mengelola apa yang mereka hasilkan. Inilah bentuk kontribusi kami mengisi kemerdekaan, dengan menyiapkan generasi yang berdaya dan tidak mudah terjebak tawaran keuangan instan yang justru membahayakan,” tutur Eko.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian UP Brantas memeriahkan Kemerdekaan RI, sekaligus menegaskan komitmen perusahaan mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 4 (Pendidikan Berkualitas) dan Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi). Dirgahayu Republik Indonesia, semangat kemerdekaan diwujudkan melalui generasi muda yang cerdas finansial dan berdaya di era digital.
Sumber: Siaran Pers No 22/VII/2026/PLNNP/UPBR
Narahubung:
Arief Rachman Perdana
Manager Business Support
PT PLN Nusantara Power UP Brantas
Tlp. 0341 – 385545 / 385546






