Kenaikan Pertamaks Picu Inflasi Maret di Kota Malang Tembus 0,34 Persen

Aktivitas di PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Malang. Foto: Tugusatu/Maghfirotul Hasanah
Aktivitas di PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Malang. Foto: Tugusatu/Maghfirotul Hasanah

Tugusatu.com- Kenaikan harga bahan bakar jenis pertamaks menyusul daging dan telur ayam ras menjadi pemicu pergerakan inflasi di Kota Malang pada Maret 2026.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi bulanan di Kota Malang, Jawa Timur, mencapai 0,34 persen (mtm), sedikit lebih rendah dibanding Jawa Timur 0,39 persen dan nasional 0,41 persen. Secara kumulatif, inflasi tahun kalender (ytd) berada di angka 0,98 persen, sementara inflasi tahunan (yoy) menembus 3,75 persen.

Kepala BPS Kota Malang, Umar Sjaifuddin, menyatakan lonjakan harga BBM non-subsidi dan bahan pangan menjadi faktor dominan. Harga pertamaks dan pertamaks turbo mengalami kenaikan, ditambah daging serta telur ayam ras yang ikut terdorong akibat meningkatnya permintaan selama Ramadan dan Idulfitri.

BPS mencatat harga pertamaks naik dari Rp11.800 pada Februari menjadi Rp12.300 per liter. Sementara harga pertamaks turbo meningkat dari Rp12.700 menjadi Rp13.100.

“Catatan peristiwa itu memengaruhi pergerakan inflasi pada Maret 2026,” tegas Umar, Rabu (1/4/2026).

Selain BBM, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan andil 0,30 persen. Disusul sektor pakaian, perumahan, hingga transportasi.

Komoditas utama pendorong inflasi adalah daging ayam ras dengan kenaikan harga mencapai 3,72 persen. Tekanan harga juga datang dari bensin, minyak goreng, cabai merah, telur ayam ras, hingga daging sapi.

Di sisi lain, pemerintah mencoba menahan laju inflasi lewat stimulus diskon tarif transportasi selama periode Lebaran. Kebijakan ini menekan tarif kereta api dan angkutan udara di Kota Malang, meski belum cukup kuat meredam lonjakan harga kebutuhan pokok.

ISSN 3063-2145
Penulis: Bagus SuryoEditor: Ahmad Yakub