Tugusatu.com- Ribuan warga menyerbu kantor Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Jawa Timur, berharap mendapatkan sembako murah tapi akhirnya berbuntut protes, Selasa (10/3/2026). Mereka kecewa karena gagal membeli pangan untuk anak yang menunggu di rumah.
Saking banyaknya warga yang antre hingga meluber di pinggir jalan, lalu petugas menutup pintu pagar kantor kecamatan. Warga yang kebanyakan emak-emak terus berdatangan, selanjutnya ikut antre berjam-jam sampai berdesakan bahkan ada yang berjatuhan.
Tapi, paket sembako yang diharapkan sudah ludes terjual lebih cepat. Akhirnya, mereka kesal lalu mendatangi petugas di kantor kecamatan. Namun, pintu kantor ditutup, hanya ada petugas Satpol PP berusaha meredam situasi yang memanas.
Warga kian kecewa dan geregetan lantaran camat maupun pihak Diskopindag Malang enggan menemui untuk memberi penjelasan.
Menurut sejumlah warga, mereka mengetahui Pemkot Malang menggelar pasar murah melalui pengumuman secara terbuka yang sudah menyebar di masyarakat.
Dalam pengumuman itu, paket sembako berisi 5 kg beras premium lele lokal, 1 kg beras premium KBA, dan 2 liter minyak goreng alco dijual Rp50 ribu per paket dari harga normal Rp150 ribu. Harga lebih murah karena disubsidi oleh Pemkot Malang.
Kericuhan Di pasar murah terjadi lantaran jumlah paket sembako murah yang disediakan tidak mencukupi dibandingkan dengan banyaknya warga yang berdatangan. Emak-emak tak terima diperlakukan seperti ini. Mereka tetap meminta Pemkot Malang bertanggung jawab.
Muryati, warga Lesanpuro, Kota Malang, mengatakan jika stok paket sembako murah tidak bisa mencukupi semua warga, semestinya jangan diumumkan secara terbuka kepada seluruh warga Kecamatan Kedungkandang.
“Setiap warga menerima flyer yang beredar melalui grup PKK RT,” ujarnya.
Di tengah kondisi tersebut, banyak warga yang berdesakan bahkan berjatuhan. Warga yang berdatangan didominasi para lansia hingga rela mengantre di pinggir jalan raya.
Kericuhan saat gelaran pasar murah sebelumnya juga terjadi di kantor Kecamatan Lowokwaru. Warga berdatangan sampai antre berjam-jam akhirnya kecewa karena tidak kebagian sembako murah.
Kepala Diskopindag Kota Malang Eko Sri Yuliadi mengatakan segera mengevaluasi pasar murah yang masih menyisakan di Kecamatan Klojen, Blimbing, dan Sukun. Setiap kecamatan digelontor masing-masing 1.300 paket sembako.
“Subsidi agar masyarakat mendapatkan sembako murah,” ujar Eko.
Pasar murah ini untuk stabilisasi harga pangan menjelang Lebaran 2026. Selain itu guna memastikan stok dan kemudahan akses pangan bagi masyarakat.






