Diskopindag Kota Malang Antisipasi Dampak Perang Pada Lonjakan Harga Pangan

Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi. Foto: Tugusatu/Bagus Suryo
Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi. Foto: Tugusatu/Bagus Suryo

Tugusatu.com- Diskopindag Kota Malang, Jawa Timur, mengantisipasi kenaikan harga pangan akibat dampak perang Iran dengan Amerika Serikat dan Israel terutama menjelang Lebaran 2026.

Kepala Diskopindag Kota Malang Eko Sri Yuliadi mengatakan sedang mendata komoditas ekspor dan impor yang terdampak. Bila harga bahan bakar minyak  melonjak akan memicu inflasi karena penaikan biaya produksi.

“Secara prediksi pasti terdampak terutama yang dari dan ke Timur Tengah,” tegas Eko, kemarin.

Kendati nilai ekspor dan impor diprediksi terkontraksi, tetapi ia optimistis Kota Malang mampu bertahan. Pasalnya, kinerja UMKM menjadi andalan lantaran selama ini berkontribusi sebagai penggerak ekonomi.

Sesuai data Diskopindag Kota Malang pada Januari 2026, jumlah UMKM tumbuh sebanyak 49.420 pelaku usaha dari sebelumnya 41.200 pelaku usaha. Terbanyak sektor kuliner menyusul fesyen, kriya, jasa, dan usaha lain.

Sepanjang tahun 2025, perekonomian Kota Malang tumbuh 5,92% dibandingkan 2024 sebesar 5,41%. Pertumbuhan itu lebih tinggi ketimbang Jatim sebesar 5,33% dan nasional sebesar 5,11%. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada tahun 2024, Kota Malang mengalami defisit perdagangan lantaran nek ekspor barang dan jasa -8,33%.

Eko menjelaskan kenaikan harga bahan pokok saat ini terjadi lebih pada menjelang Lebaran 2026. Harga sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan seperti cabai rawit. Komoditas penyumbang inflasi itu di pasar bisa mencapai Rp90 ribu per kg dari harga grosir Rp75 ribu per kg pada posisi Minggu (8/3/2026).

“Cabai rawit sementara naik sebentar. Pantauan harga yang sudah mulai turun, telur dan daging ayam,” katanya.

Guna mencegah kenaikan harga kian menjadi-jadi, Diskopindag menggelar pasar murah di lima kecamatan pada Senin (9/3/2026). Dalam gelaran itu ada subsidi sehingga masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau.

Harga cabai rawit melonjak sejak Februari lalu menyusul daging ayam ras, telur ayam ras, dan cabai merah. BPS merilis inflasi di Kota Malang pada Februari sebesar 0,74% (month to month/mtm) setelah sebulan sebelumnya deflasi sebesar 0,10% (mtm). Kota Malang mengalami inflasi tahunan sebesar 4,81% (year on year/yoy), berada di bawah inflasi tahunan Jawa Timur sebesar 4,88% (yoy), namun di atas inflasi tahunan nasional sebesar 4,76% (yoy).

Bank Indonesia Malang menyebut kenaikan harga komoditas pangan pada Februari seperti cabai rawit, daging ayam ras, telur ayam ras, dan cabai merah disebabkan oleh penurunan pasokan di tengah curah hujan yang tinggi kemudian berpengaruh pada produksi. Di sisi lain, permintaan meningkat pada awal Ramadan 1447 H yang diprediksi berlanjut sampai Idulfitri.

ISSN 3063-2145
Penulis: Bagus SuryoEditor: Tim editor