Tugusatu.com- Universitas Islam Malang (Unisma), Jawa Timur, menggelar Liga Matematika Santri Nusantara (LIMAS) guna menjembatani antara sekolah dan perguruan tinggi.
“Tentunya juga sebagai pembinaan lanjut di bidang pendidikan matematika, yang tidak hanya berfokus pada kompetisi, tetapi diperuntukkan sebagai penguat akademi siswa dan juga guru,” tegas Dosen Pendidikan Matematika UNISMA, Isbadar Nursyit, S.Pd., M.Pd, Sabtu (7/2/2026).
Program Studi Pendidikan Matematika UNISMA menginisiasi kegiatan nasional ini meliputi berbagai aspek, tidak hanya diikuti oleh murid, tetapi guru juga turut hadir dalam acara ini.

Selain LIMAS ada Pra-University dan Gerakan Menulis Guru Matematika (GEMA) bakal menjadi program tahunan. Pesertanya dari sekolah-sekolah berbasis keislaman di Indonesia.
“Pra-university ini seperti kelas yang diikuti oleh siswa dari berbagai sekolah secara online. Pengajarnya dosen dan dilaksanakan 14 kali pertemuan,” kata Isbadar Nursyit.
Ia menjelaskan para siswa yang mengikuti secara rutin kegiatan ini, nantinya mendapatkan ekuivalensi mata kuliah ketika melanjutkan kuliah di Program Studi Pendidikan Matematika UNISMA.
Adapun Program LIMAS diikuti 200 peserta dari 8 provinsi, dengan 100 finalis yang melanjutkan kompetisi. Para peserta berasal dari berbagai daerah seperti Jakarta, Bali, Kalimantan, Kerinci, Jambi, Mamuju.
Para finalis LIMAS mendapatkan medali, piala, serta uang tunai pendidikan yang dapat dicairkan apabila melanjutkan studi di UNISMA.
“Gold medal untuk juara pertama, serta uang tunai sebesar Rp1 juta, silver medal untuk juara kedua dengan uang tunai sebesar Rp750 ribu, bronzer medal untuk juara ketiga mendapatkan uang sebesar Rp500 ribu sebagai uang tabungan,” tuturnya.
Sedangkan Gerakan Menulis Guru Matematika (GEMMA) dengan peserta pendidik bertujuan melatih dalam penulisan buku ber-ISBN. Kegiatan ini diikuti guru Matematika dari berbagai daerah di antaranya Malang Raya terdiri dari Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu. Termasuk dari Kediri, Pasuruan, Probolinggo.
“Guru mendapatkan pengalaman dan wawasan, setidaknya punya karya yang bisa dipakai untuk jenjang profesinya, karena buku atau karya yang bisa dihasilkan terdaftar di ISBN,” ujarnya.
Ia berharap UNISMA lebih dikenal masyarakat karena kampus ini berkontribusi dalam peningkatan kualitas pendidikan matematika di sekolah yang berbasis keislaman.






