Tugusatu.com- Teknologi penjernih air portabel buatan Universitas Brawijaya, Kota Malang, Jawa Timur, merambah Kabupaten Agam, Provinsi Sumatra Barat. Kehadiran teknologi ini menjadi jawaban atas keterbatasan akses air bersih akibat kerusakan infrastruktur pascabanjir. Termasuk mendukung pemulihan aktivitas sosial dan layanan publik.
Kini, korban bencana telah menerima manfaat karena penjernih air itu berada di sejumlah titik layanan publik dan pusat aktivitas masyarakat. Lokasi strategis ini pula menjadi pusat distribusi air bersih yang melayani kebutuhan warga terdampak banjir.
“Kami berharap teknologi ini tidak hanya menjadi solusi darurat, tetapi juga meningkatkan ketahanan komunitas dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang,” tegas Ketua Tim Ahli Lintas Disiplin, Muhammad Fakhri dalam lansiran Humas Universitas Brawijaya, baru-baru ini.
Dosen Perikanan dan Ilmu Kelautan UB itu menyatakan program Penerapan Teknologi Penjernih Air Portabel untuk Meningkatkan Ketahanan Komunitas Pascabanjir di Kabupaten Agam merupakan bentuk pengabdian perguruan tinggi yang berorientasi pada dampak nyata.
Fakhri mengungkapkan program ini terealisasi atas dukungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Tanggap Darurat Bencana Tahun 2025. Pelaksanaannya melibatkan Tim WASH, Tim Relawan Universitas Brawijaya, dan kolaborasi dengan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
Saat ini, tim akademisi dan relawan berhasil menghadirkan solusi cepat penyediaan air bersih bagi masyarakat terdampak di Kecamatan Palembayan dan Kecamatan Malalak.
Melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, relawan, dan masyarakat, program ini menjadi contoh nyata peran ilmu pengetahuan dan teknologi dalam menjawab kebutuhan kemanusiaan.
“Semoga Sumatera segera pulih dan bangkit lebih kuat,” ucapnya.
Tim telah mendistribusikan 10 unit alat penjernih air portabel F-Wash, 15 unit tandon air, dan 10 unit genset. Di Kecamatan Palembayan, 9 unit alat penjernih air portabel berada di lokasi strategis. Sejumlah titik layanan publik dan pusat aktivitas masyarakat itu di Posko Utama/Kantor Wali Nagari Salareh Aia/Masjid Nurul Hikmah, Jurong Duku, Puskesmas Koto Alam, Masjid Raya Kampung Tangah Nagari Salareh Aia Timur, serta SDN 05 Kayu Pasak.
Lokasi-lokasi tersebut kini berfungsi sebagai pusat distribusi air bersih yang melayani kebutuhan warga dari berbagai jorong terdampak banjir. Sementara itu, 1 unit alat penjernih air dioperasikan di Puskesmas Malalak guna menjamin ketersediaan air bersih yang berkelanjutan bagi pelayanan kesehatan masyarakat pascabencana.
Selain distribusi alat, tim juga melakukan re-aktivasi sumur di Puskesmas Koto Alam serta Revitalisasi Tandon di Puskesmas Malalak. Fasilitas kesehatan dapat kembali beroperasi secara optimal dalam melayani masyarakat terdampak bencana.
Manfaat program ini dirasakan langsung oleh para pemangku kepentingan di tingkat wilayah dan layanan kesehatan. Camat Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, Sabirin mengapresiasi dan berterima kasih atas bantuan teknologi penjernih air yang telah diberikan. Ia berharap, kehadiran alat tersebut bisa membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air bersih harian di tengah keterbatasan pascabencana.
“Saat ini masyarakat sudah bisa kembali mengakses air bersih dengan aman. Bantuan ini sangat berarti bagi kami dalam masa pemulihan,” tuturnya.
Kegiatan penerapan teknologi penjernih air portabel untuk meningkatkan ketahanan komunitas pascabanjir di Kabupaten Agam berlangsung pada 9–26 Desember 2025. Program dipimpin oleh Muhammad Fakhri, Ph.D, Dosen Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (UB) bersama tim ahli lintas disiplin. Tim ahli dan anggota terdiri atas Prof. Dr. Eng. Riyanto Haribowo (Fakultas Teknik UB) selaku pengembang teknologi penjernih air portabel F-Wash, Pratama Diffi Samuel, S.Pi., M.Ling (FPIK UB), Prasetyo Rubiantoro, S.P., M.Ling (Fakultas Teknik UB), M. Adi Wiratmojo, ST (Fakultas Teknik UB), Choirul Anam, S.Pi (FPIK UB), serta Gunawan Ramadhan Wibisono (Fakultas Teknik UB).
Sumber: Humas Universitas Brawijaya






