Tugusatu.com- Satpol PP Kota Batu melalui Satuan Tugas (Satgas) Anti Bullying, Disiplin Pelajar, dan ASN kembali menggelar operasi penertiban pelajar di sejumlah titik rawan sebagai langkah pencegahan kenakalan remaja.
Razia pelajar Kota Batu ini dilakukan bersama unsur kepolisian, Kejaksaan, dan TNI dalam rangka memperkuat keamanan dan ketertiban lingkungan pendidikan.
Kepala Satpol PP Kota Batu, Abdul Rais, menjelaskan bahwa pembentukan Satgas Anti Bullying bertujuan memperkuat pengawasan terhadap perilaku pelajar sekaligus meningkatkan kedisiplinan ASN.
Satgas ini secara rutin melakukan patroli, sosialisasi ke sekolah, dan pembinaan terkait bullying, disiplin belajar, serta tata tertib peserta didik.
“Satgas ini kami bentuk untuk memastikan lingkungan pendidikan di Kota Batu tetap aman dan tertib. Kami ingin mencegah pelanggaran sejak dini melalui pengawasan dan pembinaan yang terukur,” ujar Rais.
Ia menambahkan bahwa meningkatnya kasus perundungan, bolos sekolah, nongkrong saat jam pelajaran, serta penyalahgunaan gawai menjadi alasan penting di balik penguatan operasi ini.
Menurutnya, pendekatan preventif dan edukatif menjadi kunci agar siswa lebih memahami konsekuensi setiap tindakan.
Memasuki pekan keempat November 2025, Satgas menggelar patroli dan razia pelajar di beberapa lokasi yang sering dijadikan tempat berkumpul siswa yang bolos. Pada 26 November 2025, tim menemukan 18 pelajar dari berbagai sekolah berada di luar area pendidikan pada jam belajar.
Para pelajar tersebut kemudian didata untuk ditelusuri asal sekolahnya dan selanjutnya Satgas berkoordinasi dengan pihak sekolah agar proses pembinaan dapat dilakukan secara tepat. Langkah ini diharapkan tidak hanya memberi efek jera, tetapi juga mencegah pelanggaran serupa di masa mendatang.
“Kami mendatangi sekolah setelah operasi untuk menyampaikan laporan resmi kepada kepala sekolah dan guru. Harapannya, siswa yang terjaring bisa dibina dan kembali disiplin mengikuti pembelajaran,” ujar Koordinator Pelaksana Razia sekaligus Plt. Kabid Penegakkan Perda Satpol PP Kota Batu, Arfan Fatahilah.
Respons positif datang dari sejumlah sekolah yang menilai keberadaan Satgas membantu pemantauan perilaku siswa di luar area pendidikan. Erni Udayani, anggota Satgas yang juga mantan guru di salah satu SMP di Kota Batu mengungkapkan, sekolah merasa terbantu karena sulit mengawasi siswa saat berada di luar lingkungan sekolah.
“Dengan adanya Satgas, pelanggaran bisa cepat diketahui dan pembinaan bisa segera dilakukan,” ujarnya.
Razia pelajar Kota Batu ini menjadi bentuk dukungan Pemerintah dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan berkarakter, sejalan dengan penguatan Profil Pelajar Pancasila di sekolah-sekolah.






