Petani Lamongan Gembira, Harga GKP Capai Rp7. 200 per Kg

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi panen raya padi. Foto: Tugusatu/Yakub/ist
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi panen raya padi. Foto: Tugusatu/Yakub/ist

Tugusatu.com- Petani di Desa Plumpang, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan, mengaku gembira dengan tingginya harga gabah pada panen raya ketiga di tahun ini.

Pasalnya, gabah kering panen (GKP) mampu menembus harga tinggi yakni, hingga sebesar Rp7.200 per kilogram. Hingga saat ini, produksi padi di Lamongan sampai November mencapai 1.285.000 ton.

Kepala Desa Plumpang Sutikno  mengatakan, warganya sangat bersyukur dengan tingginya harga panen gabah kering panen pada musim panen ketiga tahun ini. Gabah kering panen dihargai sekitar Rp 7.200 per kg.

Menurut dia, hingga saat ini Pemkab Lamongan selalu hadir untuk membantu terkait pengairan pertanian. Namun terkait dengan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) dan saluran pengairan diharapkan dapat ditingkatkan lagi.

“Karena keduanya merupakan pendukung utama keberhasilan pertanian di wilayah Plumpang,” jelas Sutikno.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi yang mengikuti panen raya mengaku bangga dengan produktivitas padi pada musim panen ketiga tahun ini yang mencapai 7,3 ton per hektare.

Menurut dia, capaian pertanian di Kota Soto juga diwujudkan dengan perolehan peringkat pertama pada produksi padi Gabah Kering Giling (GKG) se Provinsi Jawa Timur.

“Pertanian di Kabupaten Lamongan terus membawa capaian. Tahun ini Kabupaten Lamongan menempati peringat pertama pada produksi padi Gabah Kering Giling (GKG) se Provinsi Jawa Timur. Dan hari ini di Desa Plumpang berhasil melaksanakan panen raya ketiga dengan harga melampaui Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yakni 6.500 rupiah,” terang Pak Yes— panggilan akrab Bupati Lamongan, Sabtu (15/11).

Data ini merupakan akumulasi dari penanaman padi selama tahun 2025. Tercatat pada tahun 2025, produksi padi Gabah Kering Giling (GKG) mencapai 904,928 ton GKG. Sedangkan lahan panenya tercatat 175.832 hektar dengan provitas 7,33 ton. Hingga awal November ini, produksi sampai dengan mencapai 1.285.000 ton.

Pada kesempatan tersebut, orang nomor satu di Kota Soto juga menyampaikan capaian Luas Tambah Tanam saat ini adalah 70 persen atau 134.480 hektar.

Pak Yes menyambut positif masukan tersebut, serta mengupayakan realisasi secara bertahap. Mengingat keberhasilan pertanian merupakan komitmen Pemkab Lamongan yang telah tertuang dalam RPJMD Lamongan 2025-2030.

Program berfokus pada transformasi ekonomi berbasis pertanian melalui program prioritas Lumbung Pangan Lamongan untuk menjadikan sektor pertanian lebih produktif, berkelanjutan, dan berdaya saing.

Penulis: Ahmad YakubEditor: Bagus Suryo