Tugusatu.com, MALANG—Renggiang Kencana, UMKM produksi rengginang milik Muhammad Azmi asal Desa Sambi Gede, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, diminati pasar nasional bahkan Sebagian Kawasan Asia berkat menggandeng marketplace, Shopee.
Azmi mengungkapkan, dirinya terpikir untuk mengembangkan usaha keluarga setelah pulang dari rantau sebagai pekerja kapal pesiar. Usaha keluarga tersebut mulai dibangun sejak 2020 lalu.
Dia berfikir keras untuk bagaimana mengembangkan omzet. Selama ini, penjualan Rengginang hanya untuk memenuhi kebutuhan lokal, yakni pasar Desa Sambi Gede, paling-paling di Kec. Sumberpucung.
Dia pun mempelajari penjualan produk camilan tersebut di marketplace. Dia tertarik untuk menggandeng Shopee karena fiturnya beragam dan kompetitif serta menguntungkan bagi UMKM.
Pada 2022, dia pun melakukan ekspansi pasar dengan melakukan penjualan pasar. Ternyata respon pasar positif. Tidak butuh waktu lama, peningkatannya mencapai 50%
Pada Ramadan, yakni Maret 2026 ini, penjualan Rengginang Kencana meningkat hingga 20 kali lipat, dibandingkan bulan sebelumnya.
Harga per kemasan denga nisi 250 gram, dia patok Rp24.000, namun untuk reseller seharga Rp12.000/kemasan dengan syarat pemesanan minimal 300 kemasan.
Produk rengginanyapun semakin diminati pasar. Jumlah reseller terus bertambah. Saat ini Rengginang Kencana sudah memiliki 10 reseller aktif. Produk renggiang tersebar tidak hanya di Pulau Jawa, tapi juga di beberapa wilayah lain, seperti Kalimantan dan Papua.
Bahkan pada puncak pesanan, terutama sebelum masuk Ramadan dan Idulfitri, satu reseller bisa pesan hingga ratusan kilo. “Bahkan ada yang pesan satu sampai dua ton. Jelas kami sempat ragu. Untungnya Shopee bisa meyakinkan soal keamanan transaksi tersebut,” kata pria dengan empat putra ini.
Sejak bergabung dengan Shopee -bahkan menjadi satu-satunya marketplace yang diikutinya-, dia meyakinkan, banyak hal positif yang didapatkan. Terutama dari sisi pemasaran produk dan ketepatan waktu pembayaran.
Bagi pengusaha kecil seperti dirinya, soal perputaran modal menjadi hal yang sangat penting. Terlebih-lebih di tengah naiknya harga bahan pokok produksi, serta keterbatasan perangkat produksi yang dimilikinya.
“Kami hanya mengandalkan sinar matahari, untuk bisa mengeringkan Rengginang. Kami belum mampu membeli oven berbahan bakar LPG. Harganya masih sangat mahal. Jadi kalau hujan terus, jelas produksi akan berhenti,” ucapnya.

Pun dengan bahan baku utama, beras ketan. Meski bisa didapatkan dengan mudah dari wilayah Kabupaten Malang sendiri, namun harganya tidak stabil dan cenderung terus naik. Dari semula hanya Rp16.000/kg, saat ini sudah mencapai Rp20.000/kg.
Untuk memenuhi pesanana, dia membutuhgkan minimal 3 ton beras ton setiap bulannya. “Bisa dibayangkan kalau pembayaran tidak lancar, jelas akan menganggu proses produksi.”
Dia meras bersyukur, rara reseller mengerti kondisi tersebut. Kalau mereka pesan dalam jumlah besar, biasanya mereka memberi uang muka terlebih dahulu sehingga tidak perlu menyediakan modal untuk memenuhi pesanan mereka.
Untuk meningkatkan penjualan, dirinya hanya menjadikan affiliate marketing solution sebagai fitur utama. Jadi tujuh varian rasa Rengginan Kencana, seperti bawang, terasi, udang, cumi, ikan, pandan dan ketan hitam, full tergantung pada Shopee.
Menurutnya, bersentuhan dengan platform e-commerce, semua dipelajari secara otodidak serta dipandu oleh costumer service dari Shopee. “Pokoknya kalau ada apa-apa, saya tanyanya pada CS Shopee. Mereka sangat fast response dan selalu bisa menyelesaikan masalah,” tandasnya.
Agar usahanya cepat berkembang, dia berharap, pemerintah ikut terlibat dalam memberikan bantuan permodal, setidaknya menjamin agar dirinya bisa mengakses kredit ke bank untuk membeli alat produksi seperti oven dan bahan baku ketika pemesanan meningkat tajam.
“Mestinya bank tidak keberatan untuk menyalurkan kredit ke kami karena nota pemesanananya ada. Tapi kelemahan kami tidak mempunyai kolatoral yang likuid untuk menjadi agunan kredit ke bank,” ujarnya.
Karena itulah, dengan jaminan pemerintah, maka diharapkan masalah tersebut dapat teratasi. Bank bisa menyalurkan kredit ke dirinya.







