Tugusatu.com- DPRD Kota Malang, Jawa Timur, menekankan program RT Berkelas lebih fokus pada pembangunan berwawasan lingkungan dengan perencanaan yang matang.
“RT Berkelas kurang tepat sasaran karena tidak fokus pada satu kegiatan,” tegas anggota dewan Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa Komisi C DPRD Kota Malang, Arief Wahyudi, kemarin.
Arief menjelaskan perencanaan RT Berkelas yang dinilai kurang matang akhirnya memicu usulan sama pengadaan meja dan kursi. Usulan dari warga itu memang sesuai kebutuhan di masing-masing wilayah dengan pertimbangan aturan yang pelaksanaannya terbilang mepet. Akhirnya, warga mengebut rapat di RT sampai musyawarah kelurahan khusus dengan harapan cepat kelar.
Untuk program selanjutnya, Arief menekankan pentingnya fokus pada pembangunan lingkungan dan pelatihan. Selanjutnya, konsolidasi diperkuat antara Pokir, Musrenbang, dan RT Berkelas.
Terus bergulir
Saat ini, program RT Berkelas yang menggelontor Rp50 juta per RT di Kota Malang bersumber dari APBD terus berproses. Progresnya kini di kelurahan memasuki tahap pengadaan barang dan jasa meski kebanyakan usulan meja dan kursi.
“Kami terus memperkuat pengadaan, berkordinasi dengan Bagian Layanan Pengadaan Barang/Jasa (BLP) dan kecamatan. Sekarang berproses sesuai regulasi,” tegas Lurah Sukoharjo Kota Malang, Januar Agung Rizaldhi.
Januar menjelaskan RT Berkelas merupakan program baru. Proses sejak awal mulai rembuk Musyawarah Kelurahan Khusus (Muskelsus) melibatkan RT/RW sampai kelurahan.
Saat ini, lanjutnya, kelompok masyarakat kelurahan telah membuat rencana anggaran biaya yang didorong cepat selesai. Selanjutnya, pencairan anggaran sehingga pembangunan sarana prasarana di wilayah masing-masing bisa segera terlaksana.
Sesuai usulan, sarpras berupa peningkatan drainase, paving jalan, pot bunga sampai pemeliharaan MCK umum dan pembangunan fasilitas umum lainnya. Sedangkan RT yang tidak memiliki tempat penyimpanan meja dan kursi diminta mengusulkan ulang program di perubahan anggaran keuangan APBD.
Produk kompos
Program RT Berkelas yang pelaksanaannya berwawasan lingkungan telah dilakukan oleh warga Kelurahan Tulusrejo. Bahkan, produk kompos dari hasil mengolah sampah organik dijual di Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP).
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengapresiasi warga Kelurahan Tulusrejo yang berhasil memadukan program strategis nasional, KKMP dengan program RT Berkelas.
“Saya mengapresiasi kolaborasi dan sinergi antara program strategis nasional dan program RT berkelas yang di sini (Tulusrejo) bisa diaplikasikan dan bisa menjawab kebutuhan dari masyarakat,” tegas Wali Kota Wahyu saat menghadiri Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Kelurahan Merah Putih di Kelurahan Tulusrejo, Sabtu (27/6/2026).
Wali Kota Wahyu mengatakan kolaborasi ini menjadi contoh konkret bagaimana program pemerintah pusat dan daerah dapat saling menguatkan. Dengan demikian, keberadaan KKMP tidak hanya menjadi wadah pengembangan ekonomi kerakyatan, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan masyarakat yang terintegrasi dengan pembangunan lingkungan dan penguatan ketahanan ekonomi warga.(*)






