Piala Dunia 2026 Jadi Berkah Ekonomi, Wali Kota Malang Ajak UMKM Bersama Meraup Cuan

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat bersama perangkat daerah nobar Piala Dunia 2026. Foto: Bagian Prokompim Kota Malang
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat bersama perangkat daerah nobar Piala Dunia 2026. Foto: Bagian Prokompim Kota Malang

Tugusatu.com- Demam Piala Dunia 2026 mulai terasa di berbagai daerah, termasuk di Kota Malang, Jawa Timur. Masyarakat menyambut begitu antusias, bahkan mereka nobar di kafe, warung kopi, hingga tempat hiburan.

Tentu, demam Piala Dunia 2026 bukan sekadar tontonan yang atraktif, melainkan berkah bagi pelaku UMKM. Perhelatan paling akbar dan bergengsi level dunia itu menjadi momentum dalam meraup cuan. Betapa tidak, pelaku UMKM ambil bagian memanfaatkan peluang ini untuk meningkatkan pendapatan. Dagangan pun laris manis mulai kuliner sampai jersei lantaran ramainya pengunjung yang datang untuk menyaksikan pertandingan secara bersama-sama. Hal ini turut menggerakkan aktivitas ekonomi di berbagai sudut kota.

Melihat tingginya antusiasme tersebut, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengajak masyarakat memanfaatkan gelaran Piala Dunia 2026 secara positif. Bahkan, para aparatur sipil negara (ASN) diminta ikut meramaikan sekaligus belanja produk UMKM. Semuanya bergerak, sebab menurut Wahyu, nobar bukan hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

“Warga yang datang nobar tentu akan membeli makanan, minuman, atau kebutuhan lainnya. Ini menjadi peluang bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan pendapatan,” kata Wahyu.

Sejalan dengan Surat Edaran Kementerian Dalam Negeri terkait penyelenggaraan nobar Piala Dunia 2026, Pemerintah Kota Malang juga menerbitkan kebijakan yang mengatur pelaksanaan kegiatan tersebut.

Wahyu menekankan selain mendukung perputaran ekonomi, nobar juga dapat menjadi ruang kebersamaan yang mempererat hubungan sosial antarwarga. Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat menikmati suasana pertandingan dengan semangat sportivitas dan kebersamaan.

Sebagai bentuk dukungan, Wahyu menginstruksikan jajaran Pemkot Malang untuk turut menggelar kegiatan nobar, Senin (15/6/2026). Ia juga mengimbau ASN mengenakan jersei tim peserta Piala Dunia setiap hari Jumat selama turnamen berlangsung.

“Piala Dunia ini menjadi peluang bagi masyarakat dan pelaku UMKM. Saya yakin semua mendapat manfaat dari ajang ini. Dari sisi ekonomi, pelaku usaha memiliki kesempatan meningkatkan pendapatan karena antusiasme masyarakat terhadap nobar sangat besar,” ujarnya.

Dari kebijakan mengenakan jersei tim peserta Piala Dunia juga diharapkan mampu menambah semarak turnamen sekaligus mendorong aktivitas ekonomi, khususnya bagi pelaku usaha yang bergerak di sektor fesyen dan perlengkapan olahraga.

Meski demikian, Wahyu mengingatkan agar setiap kegiatan nobar tetap memperhatikan ketertiban dan keamanan lingkungan. Ia meminta penyelenggara, baik kafe, warung kopi, maupun komunitas masyarakat, senantiasa berkoordinasi dengan aparat terkait agar kegiatan berjalan lancar dan tidak mengganggu warga sekitar.

“Saya mengimbau masyarakat, pengelola kafe, maupun tempat nongkrong untuk tetap menjaga ketertiban dan keamanan. Koordinasikan dengan aparat terkait agar suasana hiburan ini tetap nyaman dan tidak mengganggu masyarakat lainnya,” pungkas Wahyu.*)

Sumber: Bagian Prokompim Kota Malang

Editor: Bagus Suryo