Tugusatu.com- Proyek PLTS Terapung Karangkates di Bendungan Sutami, Kabupaten Malang, Jawa Timur, memasuki fase konstruksi usai proses perencanaan dan studi kelayakan selama periode 2021-2022.
“PLTS Terapung Karangkates menjadi langkah strategis PLN Nusantara Power Group dalam memperkuat portofolio energi baru terbarukan nasional,” tegas Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah.
Ia menyatakan proyek ini merupakan langkah penting dalam memperluas pengembangan energi ramah lingkungan di Indonesia. Pada 10 Februari 2026 lalu, PLN Nusantara Power melalui anak usahanya, PLN Nusantara Renewables melakukan soft launching ceremony dimulainya fase konstruksi.
“Proyek ini bukan hanya tentang pembangunan pembangkit, tetapi juga mencerminkan kolaborasi, pemanfaatan optimal aset negara, dan komitmen bersama untuk menghadirkan masa depan energi yang lebih hijau serta efisien,” katanya.
Adapun sejumlah dokumen utama telah rampung seperti KKPR PV Plant, AMDAL, dan KKPR SF. Namun beberapa perizinan lanjutan, di antaranya PPKH PV Plant SF atau Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan untuk proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya masih dalam proses. Begitu juga Izin Penggunaan Sumber Daya Air atau IPSDA, serta sebagian komponen LUA/RAUA ditargetkan selesai pada Maret 2026.
Sedangkan penataan Keramba Jaring Apung (KJA) telah diselesaikan pada 31 Januari 2026. Proyek ini selain mendukung penyediaan listrik bersih, juga bakal menyerap 600 lapangan kerja menjadi pendorong pertumbuhan perekonomian masyarakat sekitar. Termasuk menarik investasi dan pendanaan internasional, serta meningkatkan potensi wisata di Kabupaten Malang.
Area waduk yang akan dimanfaatkan untuk proyek PLTS Terapung mencapai 71 hektare, atau sekitar 5,3% dari total area Waduk Karangkates.
Sekretaris Perusahaan PLN Nusantara Renewables, Ndaru Tri Hatmoko, menyampaikan proyek ini diharapkan memberikan manfaat yang luas, baik bagi sistem ketenagalistrikan maupun masyarakat sekitar.
“PLTS Terapung Karangkates diharapkan mampu memberikan nilai tambah yang signifikan, baik dari sisi energi maupun sosial ekonomi. Berdasarkan materi proyek, pembangkit ini berpotensi melistriki sekitar 100.000 rumah tangga dan menekan emisi karbon hingga 181.700 ton CO2 per tahun,” ungkap Ndaru.
PLTS Terapung Karangkates dikembangkan dengan kapasitas 100 MWac atau 133 MWp melalui entitas pengembang PT Nusantara Guodian Karangkates Indonesia (NGKI).
Kehadiran proyek itu ditargetkan kelar pada Januari 2027 mencerminkan upaya pemanfaatan ruang waduk secara produktif dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat bauran energi baru terbarukan nasional.
Sumber: PLN Nusantara Power






