Banjir Lamongan Meluas, Rendam Tambak dan Sawah di Lima Kecamatan

Banjir akibat luapan Bengawan Jero di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, merendam ribuan rumah warga, Kamis (22/1/2026). Tugusatu/Ahmad Yakub
Banjir akibat luapan Bengawan Jero di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, merendam ribuan rumah warga, Kamis (22/1/2026). Tugusatu/Ahmad Yakub

Tugusatu.com- Banjir akibat luapan Bengawan Jero di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, semakin meluas, kini merendam ribuan rumah, sawah, dan tambak di lima kecamatan.

“Iya betul. Genangan banjir meningkat,” kata Juru Bicara Pemkab Lamongan, Sugeng Widodo, Kamis (22/1/2026).

Widodo menjelaskan curah hujan intensitas tinggi terjadi dalam sepekan terakhir. Akibatnya, banjir tak terelakkan menyusul peningkatan debit air di Bengawan Solo dan Kali Blawi.

Pemkab Lamongan pun gercep menutup pintu air pembuangan di dam Kuro maupun saluran pembuangan lainnya.

“Kita sudah mengaktifkan 15 unit pompa dengan kapasitas hampir 10.000 liter per detik untuk mengurangi dampak genangan,” katanya.

Namun, banjir belum surut, bahkan debit air terus meningkat. Luas sawah dan tambak yang terdampak bertambah, sekarang mencapai 7.155 hektare (ha) dari sebelumnya 2.632 ha. Banjir paling parah di Kecamatan Karangbinangun, merendam 2.347 ha sawah dan tambak.

“Para petambak sudah memasang jaring di atas pematangnya. Upaya itu agar ikan maupun udang tidak hanyut terbawa arus,” tuturnya.

Saat ini banjir juga menggenangi 94 gedung lembaga pendidikan dan fasilitas umum lainnya. Tercatat 4.815 rumah di 45 desa terendam, padahal sebelumnya yang terdampak hanya 1.206 rumah.

Sedangkan dampak banjir sudah merambah lima kecamatan di Lamongan, yaitu Kecamatan Glagah, Karangbinangun, Deket, Turi, dan Kalitengah.

ISSN 3063-2145
Penulis: Ahmad YakubEditor: Bagus Suryo