Tugusatu.com- Pemkab Lamongan, Jawa Timur, menambah kapasitas pompa penyedot air menyusul terjadi peningkatan debit di Bengawan Solo dan Sungai Blawi yang berimbas munculnya genangan di sejumlah lokasi.
“Pengaktifan pompa menjadi salah satu langkah mengurangi genangan air di wilayah Kabupaten Lamongan,” tegas Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi Kabupaten Lamongan, Erwin Sulistya Pambudi, Selasa (20/1/2026).
Erwin menjelaskan pompa telah dioperasionalkan lebih lama dari biasanya sejak Desember sampai sekarang di pintu air Kuro. Kapasitas pompa yang siaga di Rolak Kuro itu sebesar 8.500 liter/detik menjadi kewenangan pusat, provinsi, dan kabupaten.
Selanjutnya, Pemkab mengaktifkan 15 pompa guna menambah kapasitas menjadi 9.900 liter/detik. Pertimbangannya lantaran siaga merah pada 14 Januari lalu. Bahkan, sesuai laporan pada Selasa kemarin, volume air di Kali Blawi masih meningkat, debit bertambah 75 (SM) dan Bengawan Solo 152 (SH).
Karena itu, percepatan penanganan genangan air terus dilakukan sampai sekarang. Selain aktivasi pompa air juga menerapkan pembuangan melalui jalur gravitasi Kali Corong, Kali Wangen, Kali Tebaloan dan Kali Bendungan.
Menurut Erwin, penanganan genangan air bukan saja fokus pada menurunkan tinggi muka air, melainkan juga mengurangi durasi lama genangan. Tujuannya agar aktivitas masyarakat dapat tetap berjalan secara normal meskipun terjadi hujan dengan intensitas tinggi.






