Wali Kota Wahyu Bentuk Komite Manajemen Talenta untuk Isi Jabatan Strategis

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menjelaskan mekanisme manajemen talenta untuk mengisi jabatan strategis di Pemkot Malang. Foto: Tugusatu/Bagus Suryo
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menjelaskan mekanisme manajemen talenta untuk mengisi jabatan strategis di Pemkot Malang. Foto: Tugusatu/Bagus Suryo

Tugusatu.com- Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyatakan segera membentuk komite manajemen talenta untuk mengisi kekosongan jabatan di lingkungan Pemkot Malang. Pasalnya, periode Juni-Desember 2026 sebanyak 191 aparatur sipil negara memasuki masa pensiun.

“Ada 191 ASN pensiun pada Juni sampai Desember. Yang kosong akan diisi, ada prosesnya, melalui manajemen talenta. Kita akan membuat 9 box sesuai keterampilan dan kinerja maupun kompetensi,” tegas Wali Kota Wahyu usai Pembekalan dan Penyerahan SK Pensiun Bagi PNS Periode Juni-Desember 2026 di Gedung Malang Creative Center (MCC), Selasa (19/5/2026).

Wahyu menjelaskan Badan Kepegawaian Negara (BKN) telah menerbitkan surat keputusan yang memberikan rekomendasi kepada Pemkot Malang. Rekomendasi itu terkait penyesuaian proses rotasi, mutasi, dan pengisian jabatan melalui pemetaan manajemen talenta.

“Saya akan mengambil sesuai kompetensi. Ini sistem yang dipantau langsung BKN. Kita akan membentuk komite manajemen talenta,” ujarnya.

Karena itu, Wahyu mendorong para ASN menyiapkan diri guna mengisi jabatan strategis dalam mekanisme 9 box. Prosesnya kini masih bergulir sehingga para ASN terpilih yang menempati jabatan nanti bisa sesuai kompetensi.

“Perlu waktu sesuai dengan kompetensi sehingga dalam memilih bukan karena like dan dislike,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, Wahyu memberikan motivasi pada para ASN yang memasuki masa menjelang pensiun. Pembekalan dilakukan agar mereka tidak mengalami post power syndrome.

“Pensiun ini hanya administratif saja, tapi pelayanan dan pengabdian pada masyarakat tetap berkelanjutan,” ucapnya.

Menurut Wahyu, ada banyak PNS yang sudah pensiun nyatanya mampu berkiprah di masyarakat. Mereka mengabdi bersama komunitas, lalu ambil bagian turut berkontribusi dalam proses pembangunan.

“Ada banyak yang sudah pensiun, tapi mereka masuk dan beraktivitas di komunitas. Meskipun pensiun, tetap support ke kita karena pengalaman mereka sangat banyak,” pungkasnya.(*)

ISSN 3063-2145
Penulis: Bagus SuryoEditor: Ahmad Yakub