Tingkatkan Kesiapsiagaan Kebakaran, PLN NP UP Brantas Bekali Kelompok Batik Seng Pelatihan APAR dan APAT

PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan Brantas (PLN NP UP Brantas) menggelar pelatihan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan Alat Pemadam Api Tradisional (APAT) bagi kelompok Batik Seng, Rabu (13/5/2026). Foto-foto: PLN NP UP Brantas
PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan Brantas (PLN NP UP Brantas) menggelar pelatihan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan Alat Pemadam Api Tradisional (APAT) bagi kelompok Batik Seng, Rabu (13/5/2026). Foto-foto: PLN NP UP Brantas

Tugusatu.com- PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan Brantas (PLN NP UP Brantas) menggelar pelatihan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan Alat Pemadam Api Tradisional (APAT) bagi kelompok Batik Seng, Rabu (13/5/2026). Pelatihan di sekitar Griya Batik Seng, Desa Sengguruh, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, itu dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bahaya kebakaran.

“Melalui pelatihan ini diharapkan peserta mampu memahami langkah mitigasi awal kebakaran sekaligus meningkatkan budaya keselamatan dalam aktivitas usaha,” tegas Senior Manager UP Brantas, Eko Wijanarto.

Eko menjelaskan keselamatan menjadi aspek penting yang harus dipahami seluruh elemen masyarakat, termasuk kelompok UMKM binaan perusahaan.

Perajin batik praktik menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan Alat Pemadam Api Tradisional (APAT).
Perajin batik praktik menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan Alat Pemadam Api Tradisional (APAT).

Adapun pelatihan APAR & APAT ini diikuti oleh 28 orang. Peserta selain diikuti oleh kelompok Batik Seng, namun juga menghadirkan kelompok Batik Mojo dan Batik Ganjar dari Kecamatan Kepanjen.

Kehadiran Kelompok Batik Mojo dan Ganjar ini sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam berbagi pengetahuan dan pengalaman bagi masyarakat luas.

Menurut Eko, kegiatan pelatihan ini sebagai bentuk upskilling dan peningkatan kapasitas kelompok binaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Batik Seng. Penerima manfaat agar memiliki pemahaman dasar mengenai penanggulangan kebakaran secara cepat dan tepat.

“Selain mendapatkan materi teori, peserta juga dibekali praktik langsung penggunaan APAR dan APAT,” katanya.

Pelatihan ini, lanjutnya, bertujuan untuk menumbuhkan awareness keselamatan kerja serta meningkatkan kesiapan kelompok Batik Seng dalam menghadapi kondisi darurat di lingkungan kerja maupun aktivitas produksi batik sehari-hari.

Pada kesempatan itu, narasumber dalam pelatihan ini adalah Andri Wicaksono, Officer K3 UP Brantas. Ia didampingi oleh tim K3 dari PLTA Sengguruh.

Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan antusiasme tinggi dari peserta. Dalam sesi praktik, peserta diberikan simulasi penggunaan APAR dan APAT untuk memadamkan api ringan secara aman dan efektif.

Salah satu anggota kelompok Batik Seng, Chesana Pambayun merasa senang atas terselenggaranya pelatihan ini.

“Pelatihan ini seru dan berkesan. Kami jadi tahu bahwa api bisa diatasi sendiri asalkan tetap tenang. Narasumbernya juga menjelaskan detail dengan bahasa yang mudah dipahami,” terangnya.

Melalui program ini, PLN NP UP Brantas terus berkomitmen menghadirkan program pemberdayaan masyarakat yang tidak hanya berfokus pada peningkatan ekonomi, tetapi juga aspek keselamatan dan keberlanjutan usaha kelompok binaan.

Sumber: Siaran Pers No 07/V/2026/PLNNP/UPBR

Narahubung:
Raden Sultani Indragunawan
Manager Business Support
PT PLN Nusantara Power UP Brantas
Tlp. 0341 – 385545 / 385546

ISSN 3063-2145
Editor: Bagus Suryo