Dukung Siaga Kelistrikan Iduladha dan Waisak, PLN NP UP Brantas Sukses Laksanakan Uji Black Start dan Line Charging PLTA Sutami

Brantas (PLN NP UP Brantas) bersama PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pengatur Beban (UP2B) Jawa Timur sukses melaksanakan Uji Black Start dan Line Charging PLTA Sutami. Foto: PLN NP UP Brantas
Brantas (PLN NP UP Brantas) bersama PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pengatur Beban (UP2B) Jawa Timur sukses melaksanakan Uji Black Start dan Line Charging PLTA Sutami. Foto: PLN NP UP Brantas

Tugusatu.com- PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan Brantas (PLN NP UP Brantas) bersama PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pengatur Beban (UP2B) Jawa Timur sukses melaksanakan Uji Black Start dan Line Charging PLTA Sutami, Minggu (24/5/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya PLN NP UP Brantas dalam memastikan keandalan sistem kelistrikan menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 H dan Hari Raya Waisak 2570 BE. Adapun periode siaga kelistrikan yang telah ditetapkan perusahaan, yaitu pada 26-29 dan 31 Mei 2026.

Sebelum simulasi dimulai, Manager Operasi dan Pemeliharaan Maulana Yusuf Fathullah, bertindak selaku Pelaksana Harian (Plh) Senior Manager UP Brantas memimpin briefing kepada operator dan teknisi PLTA Sutami. Dalam simulasi ini, operator dan teknisi PLTA Sutami bersama UP2B Jawa Timur mengatur sistem operasi PLTA Sutami Unit #1 hingga Unit #3, termasuk skenario langkah-langkah yang harus dilakukan apabila benar-benar terjadi blackout atau pemadaman total.

PLTA Sutami memiliki peran strategis sebagai titik awal kebangkitan kembali sistem kelistrikan Jawa Timur melalui fungsi line charging saat terjadi blackout. Keberhasilan uji ini membuktikan bahwa PLTA Sutami mampu bangkit kembali dari kondisi padam total dengan memanfaatkan potensi gravitasi aliran air Waduk Karangkates, tanpa memerlukan sumber listrik eksternal.

Dalam skenario pemadaman total, genset PLTA Sutami secara otomatis start operasi sehingga operator dan teknisi dapat kembali mengoperasikan peralatan dan fasilitas di ruang kontrol. Kecepatan dan ketepatan operator dan teknisi menjadi faktor penting dalam proses pemulihan.

Maulana Yusuf menjelaskan pentingnya kegiatan ini bagi sistem kelistrikan Jawa Timur.

“Fungsi black start dan line charging ini sangat penting bagi sistem kelistrikan di Jatim. Jadi, ketika terjadi gangguan yang menyebabkan blackout pada sistem kelistrikan Jatim. Kami akan membangkitkan energi listrik lebih awal untuk kemudian menyuplai jaringan untuk membantu percepatan proses penormalan sistem kelistrikan Jatim dengan bangkitnya unit-unit pembangkit lain setelah proses black start dan line charging,” ujarnya.

Maulana Yusuf menambahkan, uji black start ini dilakukan secara rutin agar prosedur yang telah ditetapkan tetap segar dan siap diterapkan. Ia juga mengapresiasi respons operator dan teknisi yang dinilai cukup tanggap dalam melakukan manuver guna mempersiapkan operasi Black Start PLTA Sutami.

Uji Black Start PLTA Sutami Unit #1, Unit #2, dan Unit #3 berhasil diselesaikan dalam total waktu 33 menit, dengan proses Black Start sendiri tuntas hanya dalam 3 menit.

Selanjutnya, dilakukan Line Charging sepanjang jalur transmisi 150 kV dari PLTA Sutami hingga GI Grati, melewati GI Kebonagung, GI Lawang, GI New Bangil, GI Bangil, dan GI Gondangwetan. Tegangan jaringan 150 kV terpantau stabil di kisaran 141-143 kV dan frekuensi sistem terjaga di sekitar 50 Hz sepanjang proses pengujian.

Jika pemadaman total benar-benar terjadi, proses pemulihan listrik di Jawa Timur diperkirakan hanya membutuhkan waktu sekitar 30 hingga 40 menit.

Pencapaian ini mempertegas posisi PLTA Sutami sebagai pembangkit perintis (black start capable plant) yang menjadi tulang punggung pemulihan sistem kelistrikan Jawa Timur. Dalam skenario blackout total, pemulihan dilakukan secara bertahap dimulai dari PLTA Sutami, kemudian secara berurutan membangkitkan unit-unit pembangkit lainnya hingga seluruh jaringan kelistrikan dapat dipulihkan.

“Uji Black Start ini merupakan bentuk nyata sinergi antara UP2B Jawa Timur dan PLN NP UP Brantas dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan Jawa Timur. Kami mengapresiasi kesiapan dan respons seluruh personel yang terlibat, mulai dari operator dan teknisi di PLTA Sutami hingga petugas di setiap gardu induk sepanjang jalur transmisi, yang bekerja dengan sigap dan terkoordinasi dengan baik selama proses pengujian berlangsung,” kata Asman Opsis UP2B Jawa Timur, Bambang Heriyanto.

Kegiatan ini dilaksanakan sesuai amanat Peraturan Menteri ESDM Nomor 20 Tahun 2020 tentang Jaringan Sistem Tenaga Listrik (Grid Code) khususnya aturan operasi OC 1.6.3.i yang mewajibkan pengelola pembangkit untuk memelihara kemampuan black start dan melakukan pengujian secara rutin paling sedikit satu kali dalam setahun.

Pengujian ini melibatkan lebih dari 40 personel dari UP Brantas, UIT JBM, UIP2B Jamali, dan UP2B Jawa Timur. Adapun koordinasi dilakukan secara menyeluruh dengan personel yang ditempatkan di setiap titik sepanjang jalur transmisi, mulai dari PLTA Sutami, GI Kebonagung, GI Lawang, GI Bangil, GI New Bangil, GI Gondangwetan, hingga GI Grati, di bawah koordinasi Dispatcher JCC UIP2B dan Dispatcher UP2B Jawa Timur.

Melalui kegiatan ini, PLN NP UP Brantas menegaskan kesiapan penuh menyongsong Hari Raya Idul Adha 1447 H dan Hari Raya Waisak 2570 BE. Sarana dan prasarana telah disiapkan secara memadai sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan tenang.

Sumber: Siaran Pers No 10/V/2026/PLNNP/UPBR

Narahubung:
Raden Sultani Indragunawan
Manager Business Support
PT PLN Nusantara Power UP Brantas
Tlp. 0341 – 385545 / 385546

Editor: Bagus Suryo