Tugusatu.com, MALANG—Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya kembali menghadirkan program Management Entrepreneur Days melalui kegiatan Sustain-Bazaar 2026 yang mengusung tema “Entrepreneurship for Sustainable Future”.
Ketua Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya, Nanang Suryadi, mengatakan program ini merupakan bagian dari pembelajaran kelas Laboratorium Kewirausahaan (Lab. KWU) yang dirancang untuk memberikan pengalaman praktik bisnis secara langsung kepada mahasiswa.
“Program Management Entrepreneur Days sendiri telah berjalan selama belasan tahun sebagai salah satu model pembelajaran kewirausahaan berbasis praktik di lingkungan Manajemen FEB UB,” katanya pada Pembukaan Sustain-Bazaar 2006, Senin (4/5/2026).
Berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan pada tahun-tahun sebelumnya, kata diam kegiatan bazaar yang hanya berlangsung dalam waktu singkat dinilai belum mampu memberikan pengalaman pembelajaran yang maksimal bagi mahasiswa.
Karena itulah, Sustain-Bazaar 2026 dirancang dengan durasi pelaksanaan yang lebih panjang agar mahasiswa memiliki kesempatan lebih luas untuk memahami proses bisnis secara nyata, mulai dari pengelolaan operasional, strategi pemasaran, pengembangan produk, hingga menghadapi dinamika pasar secara langsung.
Menurutnya, penyelenggaraan kegiatan ini juga dilatarbelakangi oleh semakin pentingnya pendidikan kewirausahaan berbasis pengalaman (experiential learning) di perguruan tinggi.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kewirausahaan yang melibatkan praktik langsung memiliki pengaruh lebih kuat dalam membangun keberanian berwirausaha, kreativitas, kemampuan problem solving, dan kesiapan menghadapi dunia kerja dibandingkan pembelajaran teoritis semata. Selain itu, laporan Kementerian Koperasi dan UKM juga menunjukkan bahwa tingkat kewirausahaan Indonesia masih perlu terus ditingkatkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja baru. Karena itu, perguruan tinggi dinilai memiliki peran penting dalam menciptakan ekosistem pembelajaran yang mampu melatih mahasiswa menghadapi tantangan bisnis secara nyata sejak di bangku kuliah.
Kegiatan ini akan berlangsung mulai 4 hingga 31 Mei 2026 setiap pukul 12.00-21.00 WIB di Transmart MX Mall lantai F2. Sustain-Bazaar melibatkan sekitar 300 mahasiswa Manajemen FEB UB bersama pelaku UMKM umum dengan total sekitar 60 tenant yang menghadirkan beragam produk kreatif, kuliner, fashion, hingga produk bertema keberlanjutan.
Melalui kegiatan ini, dia meyakinkan, mahasiswa tidak hanya mempelajari kewirausahaan di ruang kelas, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk merasakan langsung dinamika dunia usaha.
Mahasiswa didorong untuk melakukan eksperimen bisnis, memahami perilaku konsumen, mengelola operasional usaha, hingga membangun strategi pemasaran secara nyata dengan pendampingan dosen.
Selain membangun usaha secara mandiri, mahasiswa juga didorong untuk mampu berkolaborasi dengan usaha atau UMKM yang telah berjalan. Pendekatan ini, kata Nanang, diperkenalkan agar mahasiswa memahami bahwa memulai bisnis tidak selalu harus dimulai dengan modal besar. Melalui kerja sama berbasis kemitraan, sistem titip jual, reseller, affiliate, maupun pengembangan pemasaran digital, mahasiswa dapat belajar membangun nilai tambah bisnis bahkan dengan sumber daya yang terbatas.
“Pendekatan kolaboratif ini diharapkan mampu menumbuhkan pola pikir kewirausahaan yang adaptif, kreatif, dan relevan dengan perkembangan model bisnis saat ini,” ujarnya.

Dia menjelaskan, Departemen Manajemen FEB UB menilai bahwa pengalaman praktik lapangan merupakan bagian penting dalam membentuk kemampuan kewirausahaan mahasiswa.
Karena itulah, berbagai fasilitas penunjang telah disiapkan untuk memastikan kegiatan berjalan optimal. Mahasiswa memperoleh fasilitas booth penjualan, akses listrik, perlengkapan pendukung kegiatan, serta fasilitas parkir gratis bagi pengunjung dan peserta.
Pelaksanaan kegiatan juga dirancang agar tetap selaras dengan aktivitas akademik lainnya. Departemen Manajemen memastikan Sustain-Bazaar tidak akan mengganggu proses perkuliahan karena telah diterapkan sistem pembagian shift serta mekanisme perizinan yang terstruktur.
Setiap kelompok mahasiswa terdiri dari 7-9 orang sehingga secara proporsional setiap mahasiswa hanya perlu berjaga sekitar satu hari dalam satu minggu.
Penyelenggaraan Sustain-Bazaar juga menjadi bagian dari pemanfaatan kerja sama strategis antara Universitas Brawijaya melalui PT BMU dengan Transmart dalam pengelolaan pusat perbelanjaan tersebut.
Kolaborasi ini menjadikan Transmart sebagai bagian dari ekosistem UB yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembelajaran berbasis praktik dan pengembangan kewirausahaan mahasiswa.
Melalui Sustain-Bazaar 2026, Departemen Manajemen FEB UB berharap mahasiswa mampu membangun keberanian berwirausaha, meningkatkan kemampuan manajerial, serta memahami pentingnya bisnis yang berorientasi pada keberlanjutan.
“Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang kolaborasi antara dunia pendidikan, pelaku usaha, dan masyarakat dalam mendorong lahirnya wirausahawan muda yang adaptif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan bisnis masa depan,” ucapnya.







