Tugusatu.com- Sapi impor dari Australia dan Amerika bakal menambah kebutuhan hewan kurban di Kota Malang, Jawa Timur.
“Setiap tahun sapi impor untuk mengimbangi ketersediaan sapi lokal. Biasanya, impor tergantung pada ketersediaan di negara asal, ada dari Australia dan Amerika,” tegas Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Malang, Slamet Husnan Hariyadi.
Slamet menjelaskan ketentuan impor sapi sebanyak 50% dari ketersediaan sapi lokal. Saat ini, pasokan sapi lokal sedang menurun sehingga perlu impor.
“Ketersediaan sapi lokal menurun, prediksi saya pedagang menunggu (penjualan) Iduladha agar harganya bisa naik,” katanya.
Menurut Slamet, pedagang menunda penjualan dengan harapan harga bisa melonjak ketika mendekati Iduladha. Kondisi ini menjadi tren saban tahun.
Guna memenuhi kebutuhan daging, impor sapi dari negara lain tak terelakkan. Para importir, lanjutnya, ada yang dari Kota Malang dan luar daerah.
“Syarat impor sapi harus menjamin sapi dalam kondisi sehat sehingga perlu Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH), ada verifikasi dan izin dari provinsi,” ujarnya.






