Jelang Iduladha, Harga Beras di Malang Melonjak Saat Stok Melimpah

Supriyono, pedagang beras di pasar Bunulrejo, Kota Malang, Jawa Timur. Foto: Tugusatu/Bagus Suryo
Supriyono, pedagang beras di pasar Bunulrejo, Kota Malang, Jawa Timur. Foto: Tugusatu/Bagus Suryo

Tugusatu.com- Harga beras di Kota Malang, Jawa Timur, melonjak ketika stok sedang melimpah apalagi momentum menjelang Iduladha. Kenaikan harga terjadi sejak sebulan terakhir.

Supriyono, pedagang beras di pasar Bunulrejo, Kota Malang, mengaku heran dengan kenaikan harga beras tersebut. Pasalnya, stok beras melimpah bahkan pasokan dari distributor pun lancar. Namun, harga komoditas itu justru melonjak dari semestinya menurun.

“Stok beras melimpah, pasokan dari distributor lancar. Tapi, harganya naik,” tegas Supriyono sembari menduga kenaikan harga beras lantaran harga plastik melonjak, Rabu (20/5/2026).

Sudah begitu, daya beli di pasar setempat dinilai melambat. Pasar pun terlihat lengang akibat sepi pembeli. Padahal, sekarang menjelang Iduladha yang biasanya aktivitas pasar ramai pembeli.

“Sampai pukul 10.00 WIB baru terjual 20 kg beras dari biasanya 100 kg. Stok masih 1 ton dari biasanya bisa menjual 2,5 ton per pekan. Kondisi ini terjadi sejak Mei ini,” katanya.

Kenaikan harga bukan saja beras medium, melainkan juga terjadi pada beras premium. Lonjakan harga hampir merata pada semua merek beras komersial. Beras paling murah hanya SPHP Bulog.

Pedagang di pasar Bunulrejo Malang kulakan beras premium merek Lombok semula Rp76 ribu per kemasan 5 kg, kini dipatok Rp76.500. Begitu juga beras merek topas kemasan sama Rp70.250 ribu dari sebelumnya Rp70 ribu per 5 kg, sedangkan harga jual Rp72 ribu.

Harga kulakan beras merek anak tani biasanya Rp67.500 per 5 kg, sekarang jadi Rp68 ribu. Lalu, pedagang menjual beras merek itu ke konsumen Rp72 ribu.

Harga kulakan beras premium merek raja sebelumnya Rp73.500 per kemasan 5 kg, sekarang jadi Rp74.000. Demikian pula beras merek lahap dan mentari masing-masing Rp76.500 dan Rp76 ribu per 5 kg, pedagang menjualnya Rp78 ribu.

Adapun beras paling murah di pasar, yakni beras SPHP Bulog seharga Rp62.500 per 5 kg. Tapi, Supriyono mengatakan stok beras SPHP belum habis terjual sejak pengiriman pada 5 Mei lalu sebanyak 250 kg.

“Barang masih ada 20 sak. Kami menunda kulakan karena stok beras lainnya juga masih ada,” tuturnya.

ISSN 3063-2145
Penulis: Bagus SuryoEditor: Ahmad Yakub