Tugusatu.com- Pemerintah Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, terus memastikan ketahanan pangan masyarakat terjaga melalui penyaluran bantuan pangan dari cadangan pangan pemerintah.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyalurkan bantuan pangan di Desa Pucangro, Kecamatan Kalitengah dan Desa Sumberwudi, Kecamatan Karanggeneng, Jumat (8/5).
Bupati yang akrab disapa Pak Yes mengatakan penyaluran bantuan pangan sebagai bentuk perhatian pemerintah agar masyarakat tidak mengalami kekurangan pangan di tengah tantangan ekonomi dan ancaman cuaca ekstrem.
“Upaya penyaluran bantuan ditujukan supaya masyarakat tidak mengalami kekurangan pangan,” tutur Pak Yes.
Pada penyaluran tersebut, masing-masing penerima manfaat memperoleh bantuan berupa 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan. Bantuan pangan tersebut merupakan bagian dari program Cadangan Pangan Pemerintah yang bertujuan menjaga ketahanan pangan sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.
Pada penyaluran kali ini, Kecamatan Karanggeneng memperoleh alokasi 6.096 Penerima Bantuan Pangan (PBP) dengan Desa Sumberwudi sebanyak 408 PBP. Sedangkan di Kecamatan Kalitengah terdapat alokasi sebanyak 5.122, dengan Desa Pucangro sebanyak 324 PBP. Total alokasi bantuan pangan di Kabupaten Lamongan sekitar 177.486 keluarga penerima manfaat yang tersebar di 27 kecamatan.
Sementara itu, penyerahan bantuan juga berlangsung di Kecamatan Bluluk oleh Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar Aksara. Penyaluran bantuan di Balai Desa Primpen itu sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan dan stabilitas ekonomi masyarakat.
Pada penyaluran kali ini, Kecamatan Bluluk menerima distribusi sebanyak 60.040 kilogram beras dan 12.008 liter minyak goreng untuk 3.002 penerima manfaat. Sementara di Desa Primpen sendiri tercatat sebanyak 215 warga menerima bantuan tersebut.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati yang akrab disapa Mas Dirham menegaskan pentingnya menjaga validitas dan keamanan data pribadi agar masyarakat tetap terdaftar dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Menurutnya, berbagai persoalan seperti keterlibatan judi online, kredit bermasalah, hingga penyalahgunaan identitas pribadi menjadi faktor yang dapat memengaruhi status penerima bantuan sosial.
Wakil Pimpinan Bulog Cabang Bojonegoro Shinta Wiharjo menjelaskan setiap penerima memperoleh bantuan akumulasi periode Februari-Maret berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng.
Ia juga menyampaikan beras yang disalurkan merupakan hasil serapan dari petani lokal Lamongan, sehingga program tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap sektor pertanian daerah.






