Tugusatu.com- Pemerintah Kota Malang, Jawa Timur, meraih penghargaan UB Halal Metric atas kinerja baik memperkuat pengembangan ekosistem halal di Kota Malang. Kedepan, produk makanan berbasis UMKM jadi prioritas.
Penghargaan dari Universitas Brawijaya, yakni Commitment to the Development Halal Ecosystem & Perspective 2026, dan Commitment to the Development of the Halal Innovation, Collaboration & Public Empowerment 2026 untuk kategori pemerintah kota.
“Alhamdulillah kami dari Pemerintah Kota Malang mendapat apresiasi dari UB terkait dengan ekosistem halal,” tegas Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, kemarin.
Wahyu mengungkapkan Pemkot Malang sudah mendapat dua kali penghargaan halal. Pertama, penghargaan dari Kementerian Perindustrian pada Halal Awards sebagai terbaik pertama. Selanjutnya, penghargaan di UB terkait dengan ekosistem halal.
Menurut Wahyu, capaian ini menjadi bentuk apresiasi atas langkah strategis Pemkot Malang dalam mendorong ekosistem halal yang terintegrasi dan berkelanjutan. Hal ini, lanjutnya, tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak mulai dari pelaku UMKM, komunitas masyarakat, akademisi, sektor perbankan maupun media.
Seluruh pemangku kepentingan itu turut berkontribusi dalam penguatan ekosistem halal di Kota Malang. Kerja bersama melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan melakukan sosialisasi, fasilitasi sertifikasi halal, hingga pendampingan teknis kepada pelaku usaha, khususnya UMKM.
“Kami secara aktif melakukan sosialisasi terkait pentingnya sertifikasi halal, sekaligus bekerja sama dengan lembaga penjamin produk halal. Sertifikasinya kami fasilitasi gratis. Upaya ini kami utamakan kepada pelaku UMKM dan PKL agar semakin banyak produk yang terjamin kehalalannya,” jelasnya.
Selanjutnya, penguatan ekosistem halal di Kota Malang akan terus menjadi prioritas, terutama dalam mendorong produk makanan berbasis UMKM agar semakin berdaya saing.
“Kami ingin ke depan, produk makanan berbasis UMKM dapat menjadi prioritas dan memiliki daya saing yang kuat, baik di tingkat lokal maupun nasional,” pungkasnya.
Untuk diketahui, terdapat tiga kategori utama yang dinilai dalam pemberian penghargaan UB Halal Metric, yakni kategori industri, pemerintahan, dan perguruan tinggi. Penilaian dilakukan berdasarkan lima aspek, yaitu kebijakan, inovasi, edukasi, ekosistem halal, dan infrastruktur halal serta sejauh mana institusi berkomitmen membangun ekosistem halal secara komprehensif.
Wali Kota Wahyu menerima langsung penghargaan UB Halal Metric yang diserahkan oleh Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Prof. Dr. Ir. Haikal Hassan, S.kom, M.M pada acara Indonesia Halal Ecosystem Summit & UB Halal Metric Award 2026 di Auditorium Algoritma, Gedung FILKOM UB, Selasa (5/5/2026).
Turut hadir dalam kegiatan ini, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak. Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, Rektor UB, Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc., dan sejumlah bupati/wali kota di Jawa Timur.(*)
Sumber: Bagian Prokompim Kota Malang






