Pedagang Minta Pasokan dan Harga Minyakita Stabil

Supriyono, pedagang beras dan minyak goreng di pasar Bunulrejo, Kota Malang, Jawa Timur. Foto: Tugusatu/Bagus Suryo
Supriyono, pedagang beras dan minyak goreng di pasar Bunulrejo, Kota Malang, Jawa Timur. Foto: Tugusatu/Bagus Suryo

Tugusatu.com- Pedagang di Pasar Bunulrejo, Kota Malang, Jawa Timur, minta pemerintah menstabilkan pasokan dan harga minyak goreng minyakita. Pasalnya, animo pembelian minyakita meningkat di tengah lonjakan harga minyak goreng berbagai merek lainnya di pasar.

Supriyono, pedagang di pasar setempat mengatakan menjual minyakita Rp16 ribu per liter dari harga eceran tertinggi Rp15.700 per liter. Adapun ia kulakan migor itu seharga Rp14.700 per liter.

Sejauh ini, lanjutnya, animo konsumen dalam membeli minyakita terbilang tinggi. Itu sebabnya, stok di lapak Supriyono cepat habis terjual apalagi pas momentum Iduladha.

“Stok habis dari pengiriman 23 dus, per dus isi 6 volume 2 literan,” kata Supriyono.

Supriyono mengungkapkan harga minyakita paling murah ketimbang migor berbagai merek lainnya. Namun, harga migor berbagai merek cenderung melonjak.

“Harga kulakan Sunco Rp43 ribu per 2 liter dari harga sebelumnya Rp39 ribu, saya jualnya Rp41 ribu. Sekarang, harga jual Rp45 ribu. Fortune harga kulakan Rp41 ribu dari sebelumnya Rp36 ribu. Sekarang, jualnya Rp43 ribu,” ungkapnya.

“Saya berharap pasokan minyakita distabilkan seperti beras SPHP. Harganya pun dikondisikan sehingga lebih stabil,” imbuhnya.

Sesuai data siskaperbapo, harga minyak goreng kemasan premium di Kota Malang Rp23 ribu per liter dari harga rata-rata Rp21.604 per liter pada Kamis (28/5). Sedangkan migor curah Rp20.554 per liter, migor kemasan sederhana Rp18.576 per liter, dan minyakita Rp16.324 per liter.

Penulis: Ahmad YakubEditor: Bagus Suryo