Tim FKH UB Periksa Kesehatan Hewan Kurban Sampai Bali

Mahasiswa kedokteran hewan UB bersama Wali Kota Malang memeriksa kesehatan hewan kurban. Foto: Prokompim Kota Malang
Mahasiswa kedokteran hewan UB bersama Wali Kota Malang memeriksa kesehatan hewan kurban. Foto: Prokompim Kota Malang

Tugusatu.com- Universitas Brawijaya (UB), Malang, Jawa Timur, menerjunkan 941 mahasiswa profesi dan sarjana kedokteran hewan selama Idul Adha 1447 H/2026 M.

“Mahasiswa sebagai petugas diwajibkan turun lapangan selama tiga minggu, sejak sebelum hari-H hingga hari tasyrik,” tegas Dekan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UB, drh. Dyah Ayu Oktavianie AP., M.Biotech., AP.Vet.,

Para mahasiswa dan sarjana kedokteran hewan memantau kesehatan hewan kurban tersebar di sejumlah daerah di Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Bali. Mereka melakukan pemeriksaan ante mortem (sebelum disembelih) dan post mortem (setelah disembelih) demi menjamin daging yang dihasilkan memenuhi standar ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal).

“Semoga momentum ini bukan hanya menjadi suatu bentuk ibadah kita, namun juga menjadi salah satu bentuk pengabdian kita kepada profesi, dan lebih penting lagi, kepada adik-adik mahasiswa ini merupakan salah satu media pembelajaran yang nyata bagi kalian di luar kampus. Jadi, kalau ada istilah Merdeka Belajar, inilah saatnya kalian untuk belajar dari lapangan langsung dan memberikan dampak langsung ke masyarakat,” katanya.

Ketua pengabdian pemeriksaan hewan kurban FKH UB 2026, drh. Yulinar Risky Karaman, M.Biomed., menyampaikan bahwa peta penugasan mahasiswa tersebar secara masif mulai dari daerah Malang hingga ke berbagai daerah Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Bali.

Kehadiran perwakilan dinas daerah Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Batu, Kota Mojokerto, Kabupaten Lamongan, hingga Kabupaten Sidoarjo menjadi representasi dari titik sebaran mahasiswa FKH UB yang bertugas sebagai pemeriksa kesehatan hewan kurban.

“Pada tahun ini FKH UB menerjunkan total 941 mahasiswa yang tersebar di Kota Malang sekitar 400 mahasiswa, di Kabupaten Malang 100 mahasiswa, di Kota Batu 300 mahasiswa, di Kota Mojokerto 35 mahasiswa, di Kabupaten Lamongan 5 mahasiswa, dan juga di Kabupaten Sidoarjo 6 mahasiswa. Untuk yang lainnya tersebar di beberapa daerah di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Bali yang dilakukan oleh mahasiswa-mahasiswa yang menjalani pendidikan di sana,” jelasnya.

Dalam sambutannya, perwakilan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, drh. Nuria Ulfah, menyampaikan populasi ternak Jawa Timur yang terbesar di tingkat nasional sehingga pasokan ke provinsi lain sangat tinggi.

Pemotongan hewan kurban idealnya dilaksanakan di Rumah Potong Hewan (RPH), namun karena kapasitas RPH di Jawa Timur belum mencukupi untuk lonjakan saat Idul Adha, maka pemotongan di luar RPH seperti masjid atau sekolah diizinkan.

Di sinilah apresiasi dan dukungan tinggi dari pihak pemerintah membersamai ratusan mahasiswa FKH UB yang bertugas memastikan kesehatan dan kelayakan hewan kurban serta memastikan daging yang tersalurkan ke masyarakat dalam kondisi baik dan sehat.

Rektor UB, Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc., turut menyampaikan apresiasinya dan mengungkapkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam pelaksanaan kurban merupakan proses belajar di kehidupan nyata atau sebuah living laboratory.

“Saya senang sekali Bu Dekan dan tim menerjunkan mahasiswa dan dosen kita untuk bekerja sama dalam pelaksanaan kurban dengan provinsi, kota, dan kabupaten agar pelaksanaan menjadi lebih baik dan yang menjadi bagian penting juga perguruan tinggi memiliki manfaat langsung kepada masyarakat dan hal ini menjadi living laboratory bagi universitas,” ungkap Prof. Widodo.

Pelepasan Petugas Pemeriksa Kesehatan Hewan Kurban Tahun 2026” yang dilaksanakan di aula lantai 3 Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UB, Senin (25/05/2026).

Pelepasan petugas pemeriksa kesehatan hewan kurban dilakukan secara simbolis dengan menghadirkan mahasiswa dan dosen sebagai perwakilan dari petugas. Kegiatan pelepasan dilanjutkan dengan penyerahan jas lab, name tag, stetoskop, serta sebuah pisau.

Sumber: Humas UB

Editor: Bagus Suryo