Tugusatu.com- Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyoroti beras SPHP dan minyak goreng minyakita tidak ada di pasar Klojen, Kota Malang. Padahal, komoditas itu menjadi pilihan utama bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.
Hal itu terungkap ketika gubernur mengecek langsung ketersediaan dan harga bahan pokok di Kota Malang, Jumat (29/5/2026). Khofifah sempat berkomunikasi dengan sejumlah pedagang yang menyatakan beras SPHP dan minyakita sudah tidak dikirim sejak Ramadan lalu.
Karena itu, Khofifah minta Pemda dan Bulog segera berkoordinasi untuk segera mendistribusikan beras dan minyakita yang dibutuhkan masyarakat.
“Stok SPHP di Jatim 3,2 juta ton, seyogianya semua terdistribusi dan disiapkan oleh Bulog, baik itu beras medium dan minyakita,” tegas Gubernur Khofifah.
Di sisi lain, Supriyono, pedagang di Pasar Bunulrejo, Kota Malang, mendesak pemerintah menstabilkan pasokan minyakita di pasar tradisional.
Ia mengungkapkan pengiriman minyakita terakhir pada 18 April lalu sebanyak 23 dus, per dus isi 6 volume 2 literan. Kini, barang sudah ludes terjual, dan belum ada pengiriman lagi.
Padahal, animo pembelian minyak goreng murah itu cukup tinggi di tengah lonjakan harga minyak goreng komersial berbagai merek lainnya. Di pasar itu, ia menjual minyakita Rp16 ribu per liter dari harga eceran tertinggi Rp15.700 per liter. Adapun harga kulakannya Rp14.700 per liter.
“Saya berharap pasokan minyakita distabilkan seperti beras SPHP. Harganya pun dikondisikan sehingga lebih stabil,” ujarnya.
Sedangkan beras SPHP, lanjutnya, masih tersedia kendati daya beli konsumen tak seramai sebelumnya.






