Tugusatu.com, MALANG—Casila Indonesia, desainer dan produsen fashion syar’i berhasil menembus pasar ekspor, yakni Malaysia, Singapura, dan Thailand berkat layanan Shopee Flexi.
Aris Susanto, suami dari Indah Casila Sakti, pemilik dari Casila Indonesia, perusahaan tersebut mulai bergabung dengan Shopee bersamaan dengan keputusan untuk mengembangkan brand sendiri, Toko Casila Official Store. yakni pada 2023.
“Momen tersebut merupakan titik balik, berupaya bangkit, setelah menurun karena terjadi pandemi Covid-19,” ujarnya.
Saat itu, banyak mitra dan reseller yang gulung tikar karena pasar sepi bersamaan larangan mobilitas warga.
Padahal sebelumnya, omzet perusahan sudah mencapai puluhan ribu setiap pekannya. Bahkan sampai tembus ke Singapura, Malaysia dan Jepang.
Saat bergabung denga Shopee dan menjadikan iklan Shopee sebagai fitur utama untuk meningkatkan penjualan, kata dia, produk Casila Indonesia pun semakin dikkenal di pasar.
Jenis produk pun mulai bertambah, meski bertema busana syar’i untuk ibu dan anak, seperti gamis, kerudung hingga mukena.
“Karena kami sudah mulai menemukan pola untuk jualan. Tepatnya ketika masuk Lebaran 2024, kami sudah bisa menjual produk Casila Indonesia dalam hitungan ribuan perbulan,” tuturnya.
Puncaknya sejak 2025 dan hingga triwulan pertama 2026 ini, utamanya ketika sudah bersama-sama Shopee, produk Casila Indonesia yang dibuat oleh empat tim penjahit yang ada di Malang Raya, benar-benar mampu mewarnai khasanah busana syar’i di Indonesia.
“Salah satunya busana syar’i dengan model segitiga di depan bawah, sudah menjadi trade mark di Indonesia. Karena sebelumnya, busana syar’i yang standar saja. Kalau tidak datar, dibuat melingkar di bawah,’’ kata Indah di show room Casila Indonesia di Poncokusumo, Kabupaten Malang, beberapa waktu lalu.
Untuk memperkuat positioning serta memperluas jangkauan pasar Casila Indonesia, mereka benar-benar memanfaatkan afiliator dan influencer. Selain dari sisi produk yang dibuat sangat simpel namun timeless.
“Banyak pelanggan yang memakai produk Casila itu sampai bertahun-tahun. Karena memang modelnya masih terus up to date, bahan baku yang kami pakai, juga bisa tahan lama,’’ beber ibu empat putra ini.
Hingga kemudian, keduanya memilih untuk lebih fokus pada segmen khusus. Yakni busana syar’i untuk anak-anak. Plus busana couple syar’i antara ibu dan anak.
Itu pun masih belum cukup. Lebih diperkhusus lagi dengan menyediakan busana umrah couple untuk ibu dan anak.
“Pilihan menyediakan busana syar’i untuk anak itu, juga dari hasil riset kami. Karena kalau dewasa, biasanya beli satu untuk bertahun-tahun.”
“Tapi kalau untuk anak, belinya pasti lebih dari satu. Selain itu, ketika anak bertambah usia, sang ibu pasti akan membelikan lagi busana yang baru, untuk disesuaikan dengan usianya,” sebut Indah.
Sedangkan untuk mempertahankan posisi merek Casila yang menyasar menengah ke atas, mereka melahirkan sister brand untuk mewadahi kalangan umum hingga menengah ke bawah. Lahirlah merek Babykulucu, Kusukasi dan Al-Hafizku.
“Jadi kami punya tren tersendiri, yang berbeda dari tren di pasar. Desainnya juga kami sendiri yang buat. Penjahitnya memanfaatkan tenaga kerja lokal Malang Raya. Termasuk delapan karyawan yang ada di show room kami,” jelas Indah.
Dia menilai, Shopee memiliki kontribusi sekitar 50%n dari omzet seluruh kanal penjualan Casila Indonesia. Bahkan dalam tiga bulan pertama 2026, penjualan Casila Indonesia, sudah mencapai 40%n dari total penjualan sepanjang 2025.
“Kami juga sudah melayani pesanan dari manca negara. Seperti dari Malaysia, Thailand dan Filipina. Semuanya menggunakan program Ekspor Shopee Flexi,” kata Arif.






