Surplus Pangan Melimpah, Kabupaten Malang Jadi Penopang Utama Program Makan Bergizi Gratis

Petani di Dusun Kembang, Desa Purwoasri, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, menimbang gabah pascapanen. Foto: Tugusatu/Bagus Suryo
Petani di Dusun Kembang, Desa Purwoasri, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, menimbang gabah pascapanen. Foto: Tugusatu/Bagus Suryo

Tugusatu.com- Pemkab Malang, Jawa Timur, menegaskan kesiapan sebagai salah satu daerah penopang utama program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah berhasil surplus pangan yang kuat.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malang, Mahila Surya Dewi mengatakan kesiapan tersebut sejalan dengan kebijakan daerah dan nasional dalam memperkuat ketahanan pangan serta pemenuhan gizi masyarakat.

“Sejalan dengan kebijakan nasional, khususnya program MBG, Kabupaten Malang siap menjadi salah satu daerah pendukung utama,” ujarnya.

Kesiapan itu ditopang produksi pangan lokal yang melimpah. Berdasarkan neraca pangan 2025, komoditas padi di Kabupaten Malang surplus sekitar 44 ribu ton dengan ketahanan stok mencapai 1,95 bulan.

Tak hanya itu, jagung juga surplus signifikan hingga 77 ribu ton dengan daya tahan stok sekitar 6,5 bulan. Hal ini menjadikannya alternatif penting dalam diversifikasi pangan.

Selain karbohidrat, Kabupaten Malang juga memasok sumber protein lokal seperti telur, ayam, dan ikan. Komoditas itu menjadi komponen utama dalam mendukung pelaksanaan MBG.

Mahila menyatakan program MBG tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi, tetapi juga berpotensi meningkatkan kesejahteraan petani.

“Program ini bisa menjadi instrumen peningkatan kesejahteraan petani, sekaligus menjaga stabilitas harga dan penyerapan hasil produksi lokal,” katanya.

Dengan kondisi pangan yang surplus, Kabupaten Malang memiliki kapasitas sebagai wilayah produsen dan penyangga pangan, tidak hanya untuk kebutuhan daerah, melainkan juga regional hingga nasional.

Selama ini, Kabupaten Malang dikenal sebagai salah satu lumbung pangan di Jawa Timur yang berperan penting dalam menjaga stabilitas pasokan, pengendalian inflasi, serta penguatan sistem ketahanan pangan nasional.

Ke depan, Pemkab Malang akan memperkuat cadangan pangan, terutama beras, melalui optimalisasi serapan hasil panen petani dan pengembangan lumbung pangan masyarakat.

Kebijakan itu sejalan dengan diversifikasi pangan berbasis potensi lokal terus didorong, termasuk pemanfaatan jagung sebagai alternatif konsumsi dan bahan baku program pangan bergizi.

Penguatan rantai pasok juga menjadi fokus, dengan mengintegrasikan petani, kelembagaan ekonomi desa, dan pelaksanaan program MBG agar tercipta sistem pangan yang efisien dan berkelanjutan.

Di sektor produksi, peningkatan produktivitas dilakukan melalui intensifikasi pertanian, perlindungan lahan, serta penguatan infrastruktur irigasi, disertai upaya stabilisasi distribusi dan harga pangan.

“Dengan surplus yang dimiliki dan kebijakan yang tepat, kami optimistis Kabupaten Malang mampu menjadi pilar utama ketahanan pangan nasional sekaligus mendukung keberhasilan program MBG,” tegasnya.

Sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam mewujudkan hal tersebut.

ISSN 3063-2145
Penulis: Bagus SuryoEditor: Ahmad Yakub