Kanal

Network

TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Tugu Satu Facebook
Tugu Satu Twitter
Tugu Satu Instagram
Tugu Satu YouTube
Copyright © 2024 Tugu Satu. Allright Reserved

Sekelumit Sejarah Megengan dan Nyadran

Oleh
Minggu, 10 Maret 2024 - 20:03 WIB

Tugusatu.com, MALANG – Tradisi megengan menjelang puasa merupakan tradisi lama masyarakat Jawa yang masih ada dan lestari hingga kini.

Tim Ahli Cagar Budaya Kota Malang, Rakai Hino Jaleswangi, mengatakan megengan diambil dari bahasa Jawa, yakni ‘mèkèk’ berarti ‘ngempet’ atau menahan. Adapun kata ‘puasa’ berasal dari penggabungan dua suku kata ‘upa’ dan ‘vasa’.

“Ini merujuk pada perilaku atau tradisi puasa masyarakat Nusantara terdahulu yang mayoritas menganut Hindu-Budha,” ujarnya, Minggu (10/3/2024).

Ia menjelaskan ‘upa’ bermakna dekat dan ‘vasa’ berarti Yang Maha Agung sehingga ‘upavasa’ memiliki arti mendekatkan diri ke Yang Maha Kuasa.

Jadi, megengan menyambut puasa tetap lestari sampai sekarang meski merupakan tradisi lama maayarakat Jawa.

Sedangkan nyadran yang dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia ialah sadran, menurut sejarawan alumni Universitas Negeri Malang itu, berasal dari bahasa Sanskerta “Sraddha” yang artinya keyakinan.

Baca Juga :  Ramadan, Trafik Data Indosat Diproyeksikan Naik 14%

Masyarakat Jawa mengenal tradisi nyadran merupakan suatu budaya mendoakan leluhur yang sudah meninggal. Seiring berjalannya waktu mengalami proses perkembangan budaya sehingga menjadi adat dan tradisi yang memuat berbagai macam seni budaya.

Di Kampung Budaya Polowijen, kata Ki Demang, para budayawan di Malang itu biasa nyadran ke makam Mbah Reni. Prosesi selalu di kemas dalam bentuk arak-arakan Topeng Malang dan setelah itu anak-anak menari topeng sebagai salah satu simbolisasi pelestarian topeng Malang.

Tradisi yang masih kuat dan lestari di Kampung Budaya Polowijen, salah satunya adalah Megengan dan Nyadran. Selain itu umbul donga (baca doa) dan nyekar ke makam Empu Topeng Ki Tjandro Suwono (Mbah Reni). Di KBP, selalu ada arak-arakan topeng dan penampilan tari tarian setelah nyadran.

Baca Juga :  Kota Malang Siap Masuk Jaringan Kota Kreatif Dunia.

Sedangkan megengan di KBP Sabtu (9/3/2024) sore, dihadiri dari berbagai komunitas di antaranya Tim Ahli Cagar Budaya Kota Malang, Kampung Gadang Wiswakala, Perempuan Bersanggul Nusantara, Komunitas Mocopat Kota Batu, SMP Wahid Hasyim Singosari, perwakilan Kampung Tematik Kota Malang, murid dan wali murid KBP serta Warga KBP sendiri.

Lebih dari 100 orang khidmat mengikuti umbul dongo yang dipimpin langsung Ki Demang Penggagas Kampung Budaya Polowijen.

Acara diawali dengan mocopatan oleh Ki Lelono. Di atas panggung sayap barat dipenuhi perempuan bersanggul dan berkebaya warna putih dan sayap timur komunitas berbusana serba hitam-hitam.

Megengan di KBP menurut Ki Demang, pria yang bernama asli Isa Wahyudi, warga merayakannya dengan membagikan makanan ke tetangga atau di bawa ke musala. Tapi di KBP, masing-masing warga membawa makanan, apem dan pisang untuk selanjutnya dikumpulkan.

Baca Juga :   Jadikan Agen Literasi Keuangan, OJK Malang Latih Kepala Sekolah

Setelah itu tukar menu makanan untuk di bawa pulang. Sebelumnya warga juga ikut arak-arakan nyadran ke makam. Nyadran pada bulan Jawa Ruwah bermakna pada meruwat dan merawat arwah-arwah para seniman dan budayawan topeng malang yang jiwa dan ruhnya masih bisa dirasakan pada generasi topeng saat ini.

Editor: Choirul Anam
Sumber: Rilis Kampung Budaya Polowijen

BERITA LAINNYA

Wahyu Hidayat Putuskan Maju Pilkada 2024 Usai Salat Istikharah

Tugusatu.com, MALANG– Penjabat Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyatakan bakal memutuskan untuk mencalonkan diri di Pilkada 2024 usai salat istikharah.

| 1 hari lalu

Kinerja Pelayanan Publik Meningkat, Wahyu Hidayat: Kemudahan Investasi Tumbuhkan Perekonomian

Tugusatu.com, MALANG– Penjabat Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyatakan kinerja pelayanan publik di Kota Malang meningkat sejalan dengan kemudahan investasi

| 1 hari lalu

Tingkatkan Kapasitas SDM Pengelola IPAL, Pj Wali Kota Malang: Problem Sanitasi Harus Dikendalikan

Tugusatu.com, MALANG– Penjabat Wali Kota Malang Wahyu Hidayat melakukan percepatan untuk mengurangi kantong kemiskinan sekaligus penanganan stunting dan kesehatan lingkungan.

| 1 hari lalu

Bea Cukai Malang Gagalkan pengiriman Rokok Ilegal dan Ganja

Tugusatu.com, MALANG—Bea Cukai Malang berhasil menggagalkan pengiriman rokok ilegal dan ganja lewat jasa ekspedisi. Kepala Bea Cukai Malang, Gunawan Tri

| 7 hari lalu

 Jadikan Agen Literasi Keuangan, OJK Malang Latih Kepala Sekolah

Tugusatu.com, MALANG—OJK Malang menyelenggarakan training of trainers (TOT) agen literasi keuangan kepada kepala sekolah se-Kota Batu pada hari Rabu, 10

| 7 hari lalu

Penjabat Wali Kota Malang Minta ASN Waspadai Bahaya Pinjol dan Judi Online

Tugusatu.com, MALANG– Penjabat Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengingatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) jangan sampai terjerat judi online dan pinjaman

| 2 minggu lalu

Seribu Rumah Warga Miskin di Kota Malang Tidak Layak Huni

Tugusatu.com, MALANG– Pemkot Malang, Jawa Timur, menyatakan rumah tidak layak huni yang ditempati warga miskin mencapai 1.106 rumah di lima

| 2 minggu lalu

PDKTSAM Kota Malang Percepat Tanggulangi Kemiskinan Ekstrem

Tugusatu.com, MALANG– Aplikasi Pendataan Kesejahteraan Sosial Kota Malang (PDKTSAM) Reborn merupakan wujud kolaborasi perangkat daerah dalam menangani kemiskinan. Pasalnya, mencegah

| 4 minggu lalu

Pemkot Malang Luncurkan PDKTSAM Reborn untuk Percepat Penanganan Kemiskinan

Tugusatu.com, MALANG– Pemerintah Kota Malang, Jawa Timur, melakukan akselerasi penanganan kemiskinan dengan meluncurkan aplikasi Pendataan Kesejahteraan Sosial Kota Malang (PDKTSAM)

| 4 minggu lalu

Penjabat Wali Kota Malang Nyatakan Deflasi Bukan Indikator Penurunan Daya Beli

Tugusatu.com, MALANG– Penjabat Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM minta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus memantau perkembangan

| 1 bulan lalu
fokus

Dispangtan Kota Malang Segera Perbaiki Irigasi Rusak

Aset Sawah Dijaga Sesuai Permintaan Petani

Tugusatu.com, MALANG– Pemerintah Kota Malang memastikan aset daerah berupa sawah

| 28 Juni 2024

Petani Minta Pemkot Malang Cegah Alih Fungsi Sawah

Tugusatu.com, MALANG– Petani minta Pemkot Malang menjaga sawah jangan sampai

| 28 Juni 2024
Copyright © 2024 TuguSatu.com. Allright Reserved