Lamongan Jadi Contoh Baik Percepatan Penurunan Stunting

Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar Aksara menerima kunjungan kerja soal stunting dari Kabupaten Banjar dan Kota Salatiga. Foto: Tugusatu/Ahmad Yakub/ist
Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar Aksara menerima kunjungan kerja soal stunting dari Kabupaten Banjar dan Kota Salatiga. Foto: Tugusatu/Ahmad Yakub/ist

Tugusatu.com- Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, menjadi daerah percontohan setelah berhasil menekan tengkes atau stunting secara signifikan dalam beberapa tahun ini.

“Tentu untuk keberhasilan program-program butuh kerja sama yang baik dari berbagai pihak, dengan pemerintah desa, pengusaha juga yang bisa diajak sebagai salah satu orang tua asuh. Perlu terus dipantau dan dilakukan evaluasi, mapping juga karena kadang bisa salah sasaran,” kata Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar Aksara akrab disapa Mas Dirham yang juga Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Lamongan.

Mas Dirham mengungkapkan Lamongan berhasil menurunkan prevalensi stunting secara drastis dari 27,5 persen di tahun 2022 menjadi 6,9 persen di tahun 2024. Kinerja tahun 2025, angka stunting turun lagi menjadi 4,06 persen.

Capaian ini setelah Lamongan melakukan upaya percepatan penurunan stunting melalui program pendampingan kader, sekolah orang tua hebat (SOTH), dan gerakan 1-10-100. Termasuk gerakan orang tua asuh cegah stunting, dapur sehat atasi stunting (Dashat), gerakan Ferrameg (FE Hari Rabu Megilan), juga Sadel Cepak (Desa Model untuk Pencegahan Perkawinan Anak).

Atas keberhasilan itu, Lamongan menjadi daerah tujuan pelaksanaan kaji tiru oleh kabupaten/kota lain. Kali ini, Wakil Bupati Banjar, Kalimantan Selatan, Said Idrus Al-Habsy dan Wakil Wali Kota Salatiga, Jateng, Nina Agustin kunjungan kerja terkait percepatan penanganan stunting di Lamongan, Kamis (9/4/2026).

Mas Dirham menceritakan dirinya sebagai salah satu orang tua asuh masih terus mendapatkan laporan hasil perkembangan anak asuh stunting.

“Jadi ada laporannya, saya juga masih memperoleh laporan terkait penambahan atau pengurangan berat badan hingga tinggi badan anak asuh stunting saya. Perlu komitmen bersama, semoga apa yang kami bagikan hari ini dapat menjadi best practices yang bisa pula dilaksanakan di wilayah bapak dan ibu sehingga dapat berdampak pada penurunan angka stunting,” ujarnya.(*)

ISSN 3063-2145
Penulis: Ahmad YakubEditor: Bagus Suryo