Tugusatu.com- Pemkot Malang, Jawa Timur, mengejar cakupan 95% imunisasi campak sehingga tercapai herd immunity atau kekebalan kelompok, Selasa (7/4/2026). Imunisasi Kejar Serentak (Catch Up Campaign/CUC) campak sejak 1 April itu guna menutup celah penularan.
“Alhamdulillah, dari beberapa warga yang sudah menjadi sasaran untuk melaksanakan imunisasi ini, semua sudah dilakukan dengan baik. Tahap-tahapannya juga sudah dilakukan. Mulai dari usia 9 bulan sampai dengan 59 bulan, sudah mereka lakukan,” tegas Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, kemarin.
Wahyu menjelaskan sosialisasi dan edukasi akan terus dilakukan melalui pendekatan langsung mendatangi rumah warga. Sebab, warga ada yang belum memahami dampak dari campak.
“Ini yang selalu harus kita dekati. Kita sudah melakukan door to door, tetapi masih ada pemahaman yang belum mereka terima sebagaimana harapan kita bersama,” katanya.
Namun, Pemkot Malang tak menyerah, dan berusaha melakukan pendekatan melibatkan tokoh agama dan tokoh masyarakat. Tujuannya agar mereka membantu memberikan pemahaman kepada warga.
“Apabila tidak imunisasi juga sangat fatal, bisa juga sampai meninggal dunia. Kita terus kampanye agar mereka sadar tentang dampak dari campak ini,” ujarnya.
Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif mengungkapkan upaya pencegahan terus dilakukan dengan cara memprediksi, dan memagari Kota Malang jangan sampai tertular dari luar daerah.
“Sekalipun ada mobilisasi warga, tapi kita mempersempit celah. Yaitu dengan capaian imunisasi minimal 95%, sehingga tercapai herd immunity.
Husnul mengatakan imunisasi campak serentak pada 1-7 April 2026. Sesuai data pada tahun 2025, suspek campak sebanyak 312 orang dan 52 kasus. Sedangkan data sampai April 2026, ada temuan 61 suspek campak, sampai kini hasilnya menunggu uji laboratorium.






